DPRD Pekanbaru Soroti Drainase, Peringatkan Risiko Banjir Besar Jika Tak Dibangun Serius

Pekanbaru, Utama264 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Zulfan Hafiz, menyoroti persoalan drainase yang dinilai belum mendapat perhatian maksimal dari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Ia menegaskan bahwa perbaikan jalan yang kini gencar dilakukan tidak akan memberikan hasil optimal tanpa pembenahan sistem drainase.

Zulfan menyebut genangan air yang kerap muncul saat hujan menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan. Karena itu, ia meminta Pemko memprioritaskan perbaikan drainase bersamaan dengan pembangunan jalan. “Kalau drainasenya tidak dibenahi, sia-sialah perbaikan jalan tadi,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).

Menurutnya, banyak drainase di jalan-jalan protokol tidak lagi berfungsi karena tertutup bangunan ruko atau tidak memiliki aliran yang jelas. Zulfan menilai kondisi ini harus segera diremajakan, bahkan dirombak total agar air dapat mengalir dengan baik. “Banyak drainase yang sudah tidak ada alirannya. Ini harus ditata ulang,” tegasnya.

Ia juga meyakini banyak saluran air yang telah dipenuhi sampah sehingga tidak mampu menampung debit air hujan. Zulfan meminta dinas terkait memperhatikan kondisi ini untuk mencegah kerusakan jalan maupun banjir. “Saya yakin di dalam drainase itu sudah banyak sampah. Itu yang harus jadi perhatian,” katanya.

Politisi NasDem tersebut memperingatkan bahwa Pekanbaru berpotensi dilanda banjir besar jika pembenahan drainase tidak dilakukan segera. Ia menyebut beberapa titik krusial seperti Jalan Nangka, HR Soebrantas, Jalan Paus, dan sejumlah ruas lainnya sebagai lokasi yang perlu ditangani secara prioritas.

Selain itu, Zulfan menyoroti maraknya ruko yang menutup drainase dengan cor semen tanpa memperhatikan standar teknis. Kondisi tersebut menurutnya memperburuk aliran air dan menyebabkan penyumbatan. Ia meminta Pemko bersikap tegas. “Kalau tidak memenuhi standar dinas terkait, ya harus dirombak atau dirobohkan,” pungkasnya.

Komentar