Presiden Prabowo Instruksikan untuk Kebut Pemulihan Pascabencana di Sumatera

Lingkungan, Nasional141 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Presiden Prabowo Subianto mengerahkan seluruh kekuatan dan sumber daya negara untuk mempercepat pemulihan kondisi pascabencana di wilayah Sumatera. Hal tersebut disampaikan Ketua MPR Ahmad Muzani seusai bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Selasa (2/12/2025).

Menurut Muzani, Presiden Prabowo memfokuskan upaya pemulihan pada tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kerusakan infrastruktur dilaporkan terjadi pada berbagai jalur transportasi, mulai dari jalan desa hingga jalan nasional, yang menghambat arus barang, jasa, serta komunikasi. “Beliau hari-hari ini sedang mengerahkan kekuatan untuk memulihkan kondisi di tiga provinsi tersebut,” ujar Muzani.

Muzani mengatakan Presiden memandang kerusakan infrastruktur sebagai persoalan yang harus ditangani secara serius. Selain melihat langsung kondisi jalan dan fasilitas publik yang terputus, Presiden Prabowo juga meninjau pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. “Bagaimana memulihkan keadaan di sana, memenuhi kebutuhan-kebutuhan di sana, termasuk memulihkan kondisi infrastruktur yang sekarang terputus,” jelasnya.

Dalam pertemuan itu, Presiden juga melaporkan hasil kunjungannya ke titik-titik bencana di tiga provinsi tersebut. Ia melihat langsung kondisi pengungsian, kerugian masyarakat, serta proses pencarian korban yang masih berlangsung. Muzani menyebut Presiden turut merasakan beban psikologis warga, terutama mereka yang kehilangan anggota keluarga.

Sebagai tindak lanjut, Presiden Prabowo melakukan koordinasi intensif dengan sejumlah menteri terkait pemenuhan kebutuhan mendesak di wilayah bencana. Upaya itu meliputi penyediaan bahan bakar, bantuan logistik, serta percepatan normalisasi jaringan listrik yang masih terganggu akibat bencana.

Muzani menambahkan bahwa Direktur Utama PLN dan Direktur Utama Pertamina telah mendapat instruksi langsung dari Presiden untuk memaksimalkan pemulihan layanan listrik dan suplai bahan bakar di wilayah terdampak. Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat serta rehabilitasi infrastruktur penting.