Siak (Riaunews.com) – Bupati Siak Afni Zulkifli mengungkap persoalan serius konflik agraria yang menjerat sekitar 45 ribu warga di sejumlah desa di Kabupaten Siak. Warga disebut berada di tengah-tengah kawasan Hak Guna Usaha (HGU) dan Hutan Tanaman Industri (HTI) milik perusahaan. Hal itu disampaikan Afni kepada Plt Gubernur Riau SF Hariyanto pada pertemuan di Pekanbaru, Senin (1/12/2025).
Afni menegaskan penyelesaian konflik lahan menjadi misi utama pemerintahannya. Ia meminta dukungan penuh dari pemerintah provinsi agar persoalan masyarakat dapat diselesaikan sebagaimana penanganan konflik lahan di PT SIR. Selain meminta pelepasan lahan sekitar 10 kilometer untuk kepentingan warga, Afni juga menyoroti kekeringan di persawahan Bungaraya akibat terganggunya daerah tangkapan air oleh keberadaan HGU dan HTI.
Ia berharap pemerintah provinsi memperjuangkan pemenuhan hak-hak ekologis masyarakat, termasuk usulan pembukaan 100 hektare kawasan agar kebutuhan air petani dapat terpenuhi. Menurutnya, tanpa intervensi pemerintah, tekanan ekologis dan sosial di wilayah tersebut akan semakin berat.
Menanggapi hal itu, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyebut konflik agraria tidak bisa dilepaskan dari faktor sosial-ekonomi masyarakat. Ia menegaskan reforma agraria merupakan strategi pemerintah untuk menekan angka kemiskinan yang saat ini berada di angka 6,36 persen di Riau dan banyak terjadi di wilayah terdampak konflik lahan.
SF Hariyanto meminta Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk mengambil langkah tegas dan menentukan prioritas penyelesaian. Ia juga meminta pemerintah daerah menyiapkan anggaran untuk percepatan pensertifikatan aset agar kepastian hak milik masyarakat dapat diwujudkan.
Kepala Kanwil BPN Riau Nurhadi Putra mengatakan penyelesaian sengketa lahan seperti di Siak membutuhkan pembahasan yang cermat dalam menentukan kebijakan. Ia menegaskan GTRA kabupaten/kota harus menjadi garda terdepan dalam menyerap isu prioritas masing-masing daerah dan menyampaikan kebutuhan yang harus segera diselesaikan.







Komentar