Kasus Tumbler Hilang Tunjukkan Persepsi Publik Bisa Kalahkan Fakta

Sosial246 Dilihat

Yogyakarta (Riaunews.com) – Kasus hilangnya sebuah tumbler di layanan transportasi publik yang sempat viral di media sosial dinilai mencerminkan bahwa dalam dunia bisnis modern, persepsi publik kerap lebih dominan daripada fakta. Hal itu disampaikan oleh Antonius Satria Hadi, Ph.D., dosen Program Studi Kewirausahaan Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta di Kampus Terpadu UWM, Banyuraden, Gamping, Sleman, DIY pada Jumat (28/11).

Antonius menjelaskan, unggahan di media sosial yang memviralkan kejadian tersebut langsung memicu reaksi luas dari masyarakat, bahkan sebelum klarifikasi resmi disampaikan pihak terkait. Menurutnya, situasi ini menggambarkan berlakunya prinsip klasik pemasaran “perception is reality”, di mana apa yang dipercaya publik kerap lebih menentukan dibandingkan fakta sebenarnya.

Ia menambahkan, fenomena tersebut menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya bereaksi berdasarkan logika, tetapi juga emosi. Dalam teori perilaku konsumen, manusia cenderung mengalami loss aversion, yaitu rasa kehilangan yang terasa lebih besar dibandingkan rasa senang ketika mendapatkan sesuatu.

Meskipun benda yang hilang bernilai kecil, pengalaman kehilangan tersebut—ditambah dugaan adanya pihak tertentu yang perlu bertanggung jawab—dapat memicu respons emosional yang kuat. Ketidakadilan yang dirasakan konsumen dapat membuat masalah kecil berkembang menjadi kemarahan besar.

Antonius menegaskan bahwa ekosistem digital yang bergerak cepat membuat persepsi publik dapat terbentuk dalam hitungan menit, sehingga perusahaan perlu lebih waspada terhadap dinamika opini di media sosial. Menurutnya, konsumen kini memiliki ruang yang lebih luas untuk mengekspresikan ketidakpuasan.

“Di tengah ekosistem digital yang sangat cepat, satu hal tetap berlaku yakni kepercayaan adalah mata uang utama. Ketika kepercayaan terganggu, bahkan oleh hal yang tampak sepele, dampaknya bisa jauh lebih besar daripada yang dibayangkan,” ujarnya.

Komentar