Operasi Zebra Pekanbaru Memasuki Pekan Kedua, Pelanggaran Helm Masih Dominan

Pekanbaru173 Dilihat

Pekanbaru (RIaunews.com) – Operasi Zebra Lancang Kuning 2025 yang digelar Satlantas Polresta Pekanbaru memasuki pekan kedua dengan angka pelanggaran lalu lintas yang masih tinggi. Helm kembali menjadi pelanggaran paling dominan, meski razia telah berlangsung lebih dari seminggu.

Dalam kegiatan razia pada Selasa (25/11/2025) pagi di Jalan Soekarno Hatta, petugas menemukan puluhan pelanggaran. Sebanyak 105 pengendara mendapat teguran, mayoritas karena tidak memakai helm saat berkendara. Wakasat Lantas Polresta Pekanbaru AKP Kamaludin mengatakan Operasi Zebra akan berlangsung hingga 30 November 2025.

Kamaludin menyebut evaluasi pekan pertama menunjukkan 723 teguran dan satu penilangan. Untuk kegiatan terbaru, petugas kembali fokus pada edukasi. “Kami lebih mengedepankan pembinaan agar masyarakat patuh aturan. Mayoritas pelanggar adalah pengendara motor yang tidak memakai helm,” ujarnya.

Selain pelanggaran helm, petugas juga mendapati sejumlah pelanggaran lain seperti pengendara melawan arus dan sepeda motor tanpa TNKB. Pengawasan dilakukan dengan sistem hunting, yaitu menghentikan langsung pengendara yang kedapatan melanggar saat berada di jalan raya.

Penindakan turut menyasar truk Over Dimension and Over Loading (ODOL) yang masuk kawasan kota di luar jam yang diperbolehkan. Beberapa sopir berdalih mengikuti arahan aplikasi navigasi, namun petugas tetap memberikan teguran dan meminta mereka putar balik atau menunggu waktu yang ditentukan.

Dalam razia yang sama, seorang pengendara perempuan dihentikan setelah melawan arus di depan gudang Bigland dan langsung menerima surat teguran. Kamaludin menegaskan bahwa Operasi Zebra bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga upaya menekan angka kecelakaan. “Keselamatan adalah yang utama. Kami berharap masyarakat semakin disiplin, memakai helm, tidak melawan arus, dan mematuhi rambu lalu lintas,” tutupnya.

Komentar