Pekanbaru (Riaunews.com) – Ribuan mahasiswa dan masyarakat Riau dijadwalkan turun ke jalan pada Kamis (20/11/2025) dalam aksi unjuk rasa besar yang digelar Koalisi Masyarakat untuk Marwah Riau (KOMMARI). Massa akan berkumpul di dua titik utama, yakni Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau dan Gedung DPRD Riau.
Aksi ini digelar sebagai bentuk protes terhadap rangkaian tindakan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), yang dinilai semakin meresahkan masyarakat. Salah satu sorotan utama adalah penyitaan kebun warga yang kemudian diserahkan pengelolaannya kepada PT Agrinas Palma Nusantara.
Sekretaris KOMMARI, Abdul Aziz, menyebut enam bulan terakhir situasi di Riau tidak kondusif akibat langkah-langkah Satgas PKH. Pemasangan plang kawasan hutan dinilai tidak hanya menyasar lahan perusahaan, tetapi juga perkebunan warga dan tanah ulayat komunitas adat.
Aziz menuturkan, setelah pemasangan plang, pemilik kebun dipanggil ke Kejati Riau dengan alasan klarifikasi. Namun, ia mengklaim masyarakat justru ditekan untuk menandatangani surat penyerahan lahan, bahkan diancam akan dipidanakan hingga dikaitkan dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
KOMMARI juga mempersoalkan lahan hasil sitaan yang tidak dikembalikan menjadi kawasan hutan, melainkan diserahkan kepada PT Agrinas Palma Nusantara. Menurut Aziz, perusahaan tersebut justru mencari pihak ketiga untuk mengelola lahan dengan sistem bagi hasil yang dianggap memberatkan masyarakat lokal.
Atas sejumlah dugaan kejanggalan itu, KOMMARI memastikan aksi besar akan tetap digelar. Sekitar 2.000 massa dari berbagai daerah di Riau disebut siap hadir untuk mendesak penghentian praktik yang dianggap sebagai bentuk perampasan lahan masyarakat.







Komentar