Pekanbaru (Riaunews.com) – Polda Riau membeberkan perkembangan penanganan kasus kejahatan seksual terhadap anak dalam tiga tahun terakhir. Meski ada tren penurunan laporan jika dibandingkan tahun sebelumnya, angka kasus masih tergolong tinggi dan menjadi perhatian serius aparat. Data ini disampaikan Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto, Senin (17/11/2025).
Pada 2023 tercatat 437 laporan polisi (LP) terkait pencabulan dan persetubuhan anak, dengan jumlah korban dan tersangka yang sama, yakni 437 orang. Pada 2024 jumlah laporan turun menjadi 391 LP, juga dengan jumlah korban dan tersangka masing-masing 391 orang.
Memasuki 2025, dalam periode 1 Januari hingga 30 September, Polda Riau telah menerima 374 laporan. Jumlah korban dan tersangka pada periode tersebut juga tercatat sama, yaitu 374 orang. Kombes Anom menyebut angka ini masih mengkhawatirkan, mengingat baru sembilan bulan telah mendekati total laporan tahun sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa penindakan terhadap kejahatan seksual anak menjadi atensi utama Polda Riau. Setiap laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti, mengingat dampak besar yang ditimbulkan terhadap masa depan korban. “Ini kejahatan yang tidak bisa ditolerir,” ujarnya.
Selain pengungkapan kasus, Polda Riau juga menggencarkan upaya pencegahan melalui koordinasi dengan dinas terkait dan lembaga perlindungan anak untuk memberikan edukasi dan pendampingan bagi korban.
Kombes Anom mengimbau masyarakat, terutama orang tua, meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar anak. “Kejahatan seksual terhadap anak bisa terjadi di lingkungan terdekat. Orang tua harus lebih peka dan proaktif mengawasi,” pesannya.







Komentar