Peneliti Jerman Ungkap Perbedaan Mendasar Antara Baterai Tesla dan BYD

Otomatif, Sains162 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Tim peneliti dari RWTH Aachen University, Jerman, mengungkapkan temuan menarik terkait perbedaan mendasar antara baterai kendaraan listrik Tesla dan BYD. Dalam studi komprehensif terhadap baterai Tesla 4680 dan BYD Blade, para peneliti menemukan sejumlah hal yang menantang anggapan lama industri baterai EV.

Salah satu temuan paling mengejutkan adalah tidak ditemukannya silikon pada anoda kedua baterai, meskipun material tersebut selama ini dianggap kunci dalam meningkatkan kerapatan energi baterai lithium-ion. “Absennya silikon, terutama pada baterai Tesla, cukup mengejutkan mengingat reputasi mereka sebagai inovator utama di sektor ini,” ujar Profesor Heiner Heimes dari departemen Production Engineering of E-Mobility Components (PEM) RWTH Aachen, dikutip dari Evidence Network.

Selain perbedaan komposisi, metode produksi keduanya juga menunjukkan pendekatan yang tak lazim. Tesla dan BYD sama-sama menggunakan teknik laser welding pada lembaran elektroda, berbeda dari metode ultrasonic welding yang umum digunakan di industri. Teknik ini menandakan adanya proses manufaktur eksklusif yang dikembangkan oleh masing-masing produsen.

Perbedaan filosofi desain kedua produsen juga terlihat jelas. Tesla 4680 berfokus pada kerapatan energi tinggi untuk menyimpan daya besar dalam format ringkas, sementara BYD Blade lebih menonjolkan efisiensi volumetrik dan penggunaan material yang lebih ekonomis.

Baterai Tesla yang dianalisis diambil dari Model Y produksi 2022, sedangkan sel BYD diperoleh dari pemasok di Tiongkok. Pengujian meliputi konstruksi mekanis, sifat listrik, karakteristik termal, hingga komposisi elektroda, memberikan gambaran mendalam tentang strategi teknologi dua raksasa kendaraan listrik dunia tersebut.

Komentar