Dikenal Merakyat, Warganya Kaget Bupati Ponorogo Terjaring OTT KPK

Daerah, Korupsi258 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Penangkapan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuai kekecewaan mendalam dari masyarakat. Warga menilai bupati yang dikenal ramah dan merakyat itu tidak pantas tersandung kasus korupsi, apalagi setelah berhasil memecahkan mitos bupati dua periode di Ponorogo.

“Sempat tidak percaya, saya kira berita hoaks, tetapi ternyata benar. Apalagi semalam baru ditetapkan tersangka,” ujar Wahyu Kurniawan, salah satu warga Ponorogo, Minggu (9/11/2025). Ia mengaku terkejut karena Sugiri dikenal sering berinteraksi langsung dengan warga dan menggunakan sapaan akrab “pren” kepada masyarakat.

Warga lainnya, Dwi Santika, menilai langkah KPK melakukan OTT sudah tepat. Ia berharap tindakan itu menjadi peringatan bagi pejabat lain agar tidak berani memperjualbelikan jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. “Kalau KPK sudah turun gunung seperti ini, semoga bisa membuat jera pejabat lain yang nekat memainkan mutasi jabatan,” katanya.

Sementara Kurniawan, pemuda asal Ponorogo, mengaku kaget mendengar kabar penangkapan tersebut. Menurutnya, Sugiri menjadi sosok istimewa karena sejak era pemilihan langsung tahun 2000, hanya dia yang berhasil menjabat dua periode sebagai bupati. “Pak Giri memang terkenal merakyat, tetapi kita tidak tahu bagaimana sebenarnya sepak terjangnya di pemerintahan,” ujarnya.

Meski kecewa, warga Ponorogo tetap menghormati proses hukum yang dijalankan KPK. Mereka berharap kasus ini bisa menjadi pelajaran penting agar para pejabat tidak lagi menyalahgunakan kekuasaan, terutama dalam praktik jual beli jabatan di lingkungan pemerintahan.

Komentar