ICRC Desak Dunia Hentikan Pembunuhan Warga Sipil di Sudan

Jenewa (Riaunews.com) – Presiden Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Mirjana Spoljaric, mendesak para pemimpin dunia untuk segera bertindak menghentikan kekerasan terhadap warga sipil di Sudan. Ia menyebut situasi di El-Fasher dan sejumlah wilayah lain sebagai bencana kemanusiaan yang harus segera diakhiri.

Melansir Anadolu, Sabtu (1/11/2025), Spoljaric menegaskan bahwa pelanggaran terhadap aturan perang di Sudan tidak dapat dibenarkan. Ia menyoroti adanya pembunuhan pasien di rumah sakit dan penembakan terhadap warga sipil yang berusaha melarikan diri dari wilayah konflik.

Spoljaric meminta agar semua pihak segera menghentikan serangan brutal dan menghormati hukum humaniter internasional. Ia memperingatkan bahwa warga sipil kini menghadapi kekerasan ekstrem setiap hari, termasuk ancaman terhadap keselamatan dan kehidupan mereka.

Menurut Spoljaric, kekerasan yang terjadi juga mencakup kekerasan seksual yang meluas serta penghancuran layanan vital seperti rumah sakit dan pusat kesehatan. Meski ICRC telah berulang kali menyerukan kepatuhan terhadap hukum internasional, pelanggaran terus berulang tanpa sanksi tegas.

“Nyawa di Sudan kini bergantung pada tindakan yang kuat dan tegas untuk menghentikan kekejaman ini. Dunia tidak bisa tinggal diam saat warga sipil kehilangan rasa aman dan martabatnya,” tegas Spoljaric. Ia menambahkan bahwa komunitas internasional harus segera mengambil langkah nyata untuk menghentikan penderitaan rakyat Sudan.

Sejak April 2023, Sudan dilanda perang saudara antara militer dan pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF). Konflik berkepanjangan tersebut telah menewaskan ribuan orang dan memaksa jutaan lainnya mengungsi dari rumah mereka.

Komentar