Sujarwo Akui Sudah Peringatkan Bupati Siak Soal Eskalasi Konflik dengan PT SSL Sebelum Ricuh

Pekanbaru (Riaunews.com) – Anggota DPRD Siak, Sujarwo, mengaku telah memberi tahu Bupati Siak, Afni Zulkifli, mengenai potensi ketegangan antara masyarakat dengan PT Seraya Sumber Lestari (SSL) sehari sebelum pecahnya kericuhan di Desa Tumang. Hal ini diungkapkannya saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (16/10/2025).

Menurut Sujarwo, peringatan itu ia sampaikan melalui pesan WhatsApp setelah menghadiri pertemuan antara warga, pihak perusahaan, dan camat pada Selasa malam (10/6/2025). “Saya WA ke bupati terkait kondisi malam itu,” ujarnya di hadapan majelis hakim yang dipimpin Dedy. Ia menyebut, eskalasi meningkat karena warga mulai berkumpul dalam jumlah besar dan suasana kian tegang.

Sujarwo mengatakan, dirinya bersama aparat sudah berupaya meredam situasi dengan meminta warga membubarkan diri. Saat itu, perusahaan berjanji akan memberi jawaban atas tuntutan masyarakat keesokan harinya. Namun, kericuhan justru pecah pada Rabu pagi (11/6/2025), ketika massa menyerang dan merusak fasilitas milik PT SSL.

Dalam sidang yang sama, Bupati Siak Afni Zulkifli membenarkan menerima pesan dari Sujarwo terkait potensi meningkatnya ketegangan. Ia mengaku tak menyangka situasi akan berujung pada tindakan anarkis. “Saya pikir tidak akan sampai sejauh itu, ternyata terjadi. Videonya lengkap, anarkis sekali,” ujar Afni di hadapan hakim.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anrio Putra menyebut ada 12 terdakwa dalam kasus ini. Mereka didakwa dengan pasal berbeda-beda, mulai dari penghasutan, pembakaran, penjarahan, hingga perusakan fasilitas perusahaan. Beberapa di antaranya terancam hukuman lebih dari lima tahun penjara.

Konflik ini bermula dari sengketa lahan antara warga Desa Tumang dan PT SSL yang mengantongi izin pemanfaatan kawasan hutan. Akibat kericuhan, 22 unit sepeda motor dan 4 mobil terbakar, serta sejumlah fasilitas perusahaan dirusak. Total kerugian mencap

Komentar