In Memory: Maruba P. Habeahaan, wartawan senior dari Rokan Hulu

Rokanhulu333 Dilihat

Dua tahun lalu, di Hotel Cavery Beach, Bungus, Padang, Sumatera Barat, tepatnya 30 April 2023, saya dipercaya memaparkan konsep penulisan jurnalisme sastrawi pada kegiatan In-depth Writing Workshop yang ditaja PWI Kabupaten Rokan Hulu. Dari seluruh peserta, ada satu sosok pria enampuluh tahunan yang sangat mencuri perhatian saya, karena sepanjang kegiatan, setiap ada kesempatan ia selalu mengangkat tangannya untuk bertanya.

Sosok itu tak lain adalah Maruba P. Habeahaan. Teman- teman di PWI Rohul menyapa beliau dengan panggilan “Pak Maruba”, bukan “abang” seperti layaknya panggilan antar rekan sejawat sesama wartawan. ini membuktikan bahwa beliau dianggap sebagai senior yang memiliki kepedulian dan inegritas tinggi serta sifat mengayomi terhadap sesama pemburu berita.

Bagi saya secara pribadi, beliau adalah sosok inspiratif bagi wartawan muda karena keingintahuannya terhadap hal baru sangat tinggi dan masih memiliki semangat belajar meskipun usianya sudah tidak muda lagi. Terbukti, usai pelaksanaan workshop, beliau masih terus berkomunikasi dengan saya berdiskusi terkait hal- hal penulisan dan jurnalistik.

Hal lain, ketika saya memberinya sebuah buku berjudul “Dancing on Paper”, kumpulan naskah puisi dan prosa karya mahasiswa saya, matanya berbinar seolah mendapatkan harta karun sambil membolak balik isinya. “Akan saya baca ini,” ujar Pak Maruba yang juga pernah menjabat Sekretaris PWI Rokan Hulu tersebut.

Namun, pagi ini saya mendapat kabar duka dari grup WA organisasi yang menyebutkan beliau telah menghadap Sang Pencipta. Serasa tak percaya, saya bahkan menghubungi Ketua PWI Rohul, Amin Syukri untuk memastikannya. “Benar, bang, Pak Maruba meninggal di Medan,”  demikian dikatakan Amin.

“Selamat jalan sahabat, kenangan bersamamu akan selalu terukir indah di sanubari kami,” hanya itu yang tersirat dihati usai penutup percakapan dengan Amin Syukri.

 

Penulis: Syam Irfandi

Komentar