50 Kapal Global Sumud Flotilla Mendekat ke Gaza, Sempat Hadapi Drone Israel

Internasional450 Dilihat

Gaza (Riaunews.com) – Kelompok aktivis Global Sumud Flotilla yang membawa armada lebih dari 50 kapal kini semakin mendekati Jalur Gaza. Armada bantuan kemanusiaan internasional tersebut berlayar sekitar 825 kilometer dari Gaza dengan misi menembus blokade Israel.

Konvoi ini mengangkut lebih dari 500 aktivis dari 45 negara, termasuk 54 warga Prancis dan 15 warga Belgia. Sejumlah tokoh terkemuka ikut serta, seperti aktivis iklim Swedia Greta Thunberg dan tim medis internasional. Mereka berangkat membawa pasokan kemanusiaan, terutama obat-obatan dan perlengkapan medis.

Armada pertama kali berangkat dari Barcelona pada akhir Agustus, kemudian mendapat tambahan kapal dari Genoa, Italia, pada awal September. Kapal lain juga bergabung dari Maroko dan Tunisia. Pelayaran ini menjadi sejarah karena untuk pertama kalinya puluhan kapal berlayar bersama dalam satu upaya kolektif menembus blokade Gaza.

Sebelumnya, pasukan Israel selalu mencegat armada serupa dan mendeportasi para aktivis. Namun kali ini, para aktivis menegaskan tekad mereka untuk tetap melanjutkan pelayaran meski menghadapi risiko. Mereka menyebut aksi solidaritas global ini sebagai simbol perlawanan terhadap pengepungan yang menjerat warga Gaza.

Aktivis melaporkan armada sudah mendapat serangan drone dari tentara Israel. Serangan tersebut menyebabkan ledakan dan gangguan komunikasi, meski tidak menimbulkan korban jiwa. Rekaman video singkat dari kapal Alma menunjukkan dua drone Israel terbang rendah di atas kapal pada malam hari tanpa melancarkan tembakan langsung.

Armada ini merupakan gabungan dari beberapa organisasi internasional, di antaranya Freedom Flotilla Coalition, Global Gaza Movement, Sumud Convoy, dan Sumud Nusantara dari Malaysia. Seluruh peserta menegaskan komitmen mereka untuk membawa bantuan ke Gaza, meski kemungkinan besar akan berhadapan langsung dengan blokade militer Israel.

Komentar