Yogyakarta (Riaunews.com) – Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. mengingatkan bahwa menurunnya kelas menengah di Indonesia berpotensi menjadi bom waktu bagi perekonomian nasional. Hal itu ia sampaikan saat Wisuda Sarjana ke-67 dan Pascasarjana ke-4 UWM di Pendopo Agung Kampus Terpadu, Sleman, Sabtu (27/9/2025).
Menurutnya, kelas menengah dalam 4–5 tahun terakhir mengalami penurunan signifikan. Padahal, kelompok ini tergolong kritis, melek teknologi, dan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi. “Kelas menengah ini banyak yang masuk kategori pengangguran terbuka. Data menunjukkan pengangguran tertinggi justru lulusan SMA, disusul lulusan perguruan tinggi, dengan sekitar 6% masuk kategori open unemployment,” ujarnya.
Prof. Edy menilai kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena diiringi tingginya angka kemiskinan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin mencapai lebih dari 20 juta jiwa, sedangkan versi Bank Dunia bahkan mencatat lebih dari 120 juta orang berada dalam kategori miskin.
“Jika tidak ditangani dengan baik, ini bisa menjadi bom waktu. Kita bicara efisiensi, tetapi praktik pengelolaan negara masih inefisien. Banyak program belum melalui kajian mendalam,” tambah mantan Ketua Forum Rektor Indonesia itu.
Ia pun mengingatkan para lulusan agar tetap mencintai tanah air dan berkontribusi membangun bangsa, terlepas dari situasi sulit yang dihadapi. “Bagaimanapun kondisi bangsa ini, jangan pernah meninggalkan republik ini. Jadilah insan profesional dengan kompetensi sesuai keilmuan,” tegasnya.
Acara wisuda diikuti 254 lulusan sarjana dari 10 program studi serta 22 lulusan Magister Hukum. Prosesi berlangsung unik dengan iringan bregodo, sesuai tagline kampus berbasis budaya yang diusung UWM.







Komentar