Jakarta (Riaunews.com) – Penjualan barang elektronik di Indonesia dilaporkan mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir. Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah, menyebut pergeseran pengeluaran konsumen menjadi pemicu utama.
Menurutnya, masyarakat saat ini lebih memprioritaskan kebutuhan pokok seperti makanan, minuman, serta sembako. “Iya betul, penjualan barang elektronik menurun. Orang nyetok makanan, mereka akan mengurangi budget sektor lain. Budgetnya baru bisa ada nanti, mungkin bulan depan,” ujar Budihardjo kepada CNBC Indonesia, Kamis (18/9/2025).
Ia menjelaskan, periode Agustus hingga November memang dikenal sebagai masa yang relatif sepi bagi sektor ritel. Kondisi ini dipengaruhi pascaliburan sekolah, memasuki tahun ajaran baru, serta meningkatnya pengeluaran rumah tangga pada periode tersebut.
“Memang sekarang bulan-bulan ini sampai bulan November itu rawannya untuk sepi. Karena belum ada event, habis selesai acara liburan sekolah, masuk sekolah, banyak pengeluaran. Ini memang sudah diprediksi kalau akan turun,” kata Budihardjo.
Meski demikian, ia optimistis penurunan ini bersifat sementara. Sektor ritel diperkirakan akan kembali bergairah pada penghujung tahun, terutama bertepatan dengan momen Natal dan Tahun Baru yang selalu mendorong peningkatan konsumsi.
“Bulan 9 sampai 10 ini proses perbaikan. Kami mencari cara mengembalikan kondisi. Nanti bulan 11-12 semoga naik. Kita harap di bulan Desember, saat Natal dan Tahun Baru, penjualan bisa meningkat signifikan,” pungkasnya.







Komentar