Kepala Babi Ditemukan di Depan Masjid Paris, Polisi Selidiki Dugaan Islamofobia

Internasional235 Dilihat

Paris (Riaunews.com) – Sedikitnya sembilan kepala babi ditemukan di depan sejumlah masjid di wilayah Paris pada Selasa (9/9). Kepala Polisi Paris, Laurent Nunez, menyebut insiden ini sebagai tindakan tercela dan menegaskan adanya kekhawatiran serius atas meningkatnya kebencian anti-Muslim di Prancis.

“Sejauh ini ditemukan empat di masjid Paris dan lima di pinggiran kota, namun jumlahnya bisa lebih banyak,” kata Nunez dalam konferensi pers. Ia memastikan polisi membuka penyelidikan atas dugaan hasutan kebencian berbasis ras dan agama.

Menurut kantor kejaksaan Paris, beberapa kepala babi bahkan bertuliskan nama keluarga Presiden Emmanuel Macron dengan tinta biru. Nunez tidak menutup kemungkinan adanya kaitan dengan kasus masa lalu yang melibatkan “campur tangan asing”, meski meminta semua pihak tetap berhati-hati.

Prancis memiliki komunitas Muslim terbesar di Uni Eropa. Laporan Kementerian Dalam Negeri mencatat, insiden anti-Muslim naik 75 persen pada Januari–Mei 2025 dibanding periode sama tahun lalu, sementara serangan terhadap individu meningkat tiga kali lipat.

Insiden ini memicu kecaman luas dari pemerintah hingga tokoh masyarakat. Presiden Macron langsung bertemu perwakilan komunitas Muslim, sementara Wali Kota Paris Anne Hidalgo dan Menteri Dalam Negeri Bruno Retailleau mengecam keras tindakan yang mereka sebut rasis dan tidak dapat diterima.

Rektor Masjid Agung Paris, Chems-Eddine Hafiz, menilai kasus tersebut sebagai tahap baru kebangkitan Islamofobia. Ketua kelompok antidiskriminasi Addam, Bassirou Camara, bahkan memperingatkan potensi eskalasi kekerasan. “Kami sudah membunyikan alarm berbulan-bulan, tetapi tidak ada yang mendengar,” ujarnya.

Komentar