BMKG Tegaskan Gerhana Bulan Picu Gempa Bumi Hanya Mitos

Sains491 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan fenomena gerhana bulan tidak berkaitan dengan terjadinya gempa bumi. Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan anggapan yang berkembang di masyarakat.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gaya gravitasi Bulan dan Matahari memang berpengaruh terhadap pasang surut air laut serta memberi tekanan kecil pada kerak Bumi, yang dikenal dengan istilah earth tides. Namun, pengaruh tersebut sangat kecil jika dibandingkan energi besar yang tersimpan di zona patahan aktif.

“Gaya gravitasi Bulan dan Matahari memang memengaruhi pasang surut laut dan sedikit menekan kerak Bumi, tetapi efek ini sangat kecil dibanding energi yang tersimpan di zona patahan. Jadi, tidak ada bukti ilmiah bahwa gerhana bulan memicu gempa bumi,” tegas Daryono dalam keterangannya, Sabtu (6/9/2025).

BMKG melalui laman resminya juga menjelaskan, gerhana bulan adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Fenomena ini hanya terjadi saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.

Gerhana Bulan Total terjadi saat Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada satu garis lurus. Pada puncaknya, Bulan akan tampak berwarna merah jika langit cerah. Warna merah tersebut dihasilkan oleh hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi. Cahaya dengan panjang gelombang pendek seperti biru tersebar lebih banyak, sementara cahaya merah dengan panjang gelombang lebih panjang justru sampai ke permukaan Bulan.

Komentar