Sasar 15 Ribu Siswa, 63 titik Sekolah Rakyat sudah berjalan

Pendidikan, Utama873 Dilihat

Jakarta (RiauNews.com) – Menteri Sosial Saifullah Yusuf melaporkan kepada Presiden bahwa pelaksanaan Sekolah Rakyat telah berjalan sebanyak 63 titik yang tersebar di beberapa daerah.

Program pendidikan hasil kolaborasi lintas kementerian yang ditunjuk langsung oleh Presiden tersebut, pelaksanaannya dievaluasi setiap hari selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sejak awal pelaksanaan 14 Juli 2025 lalu.

“Alhamdulillah berkat kolaborasi, kerja sama dengan menteri-menteri yang ditunjuk oleh Presiden, sekolah rakyat bisa dimulai tahun ini,” ujar Saifullah Yusuf usai rapat terbatas  penyelenggaraan Sekolah Rakyat, dipimpin langsung Presiden Prabowo, di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (29/07/2025)

Mensos menyebutkan bahwa proses pembelajaran akan diperluas ke 37 titik tambahan dalam pekan ini atau pekan depan, serta 59 titik lainnya pada bulan September 2025. Total 190 titik penyelenggaraan Sekolah Rakyat rintisan ditargetkan mampu menampung lebih dari 15 ribu siswa dan melibatkan lebih dari 2.000 guru serta 4.000 tenaga kependidikan lainnya, seperti wali asrama dan wali asuh.

Mensos juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kementerian dan pihak terkait atas dukungan dalam pelaksanaan program ini. Dukungan mencakup rekrutmen tenaga pendidik, penyusunan kurikulum, penyediaan sarana dan prasarana, serta anggaran.

“Pada saatnya nanti kalau semuanya sudah siap, insyaallah Presiden akan meluncurkan secara langsung proses pembelajaran Sekolah Rakyat tahun ini,” ujarnya.

Di sisi lain, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pelaksanaan Sekolah Rakyat telah berjalan sesuai kurikulum. Ia menegaskan bahwa pihaknya terus bersinergi untuk memastikan kelancaran MPLS serta keberlanjutan program pendidikan ini.

“Mudah-mudahan untuk selanjutnya dapat terus kita selenggarakan dengan sebaik-baiknya,” ujar Abdul Mu’ti.

 

Komentar