Bangkok (RiauNews.com) – Pemerintah Thailand menolak tuduhan Kamboja yang menyebut pasukan mereka menggunakan senjata kimia dalam bentrokan terbaru di perbatasan.
Kementerian Luar Negeri Thailand menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan merupakan upaya pemutarbalikan fakta yang disengaja untuk merusak reputasi Thailand di panggung internasional.
Direktur Jenderal Departemen Informasi sekaligus Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Nikorndej Balankura, menegaskan bahwa klaim dari pihak Kamboja merupakan bagian dari pola disinformasi yang bertujuan mendiskreditkan posisi Thailand.
Ia menekankan bahwa Thailand sepenuhnya mematuhi kewajiban internasional berdasarkan Konvensi Senjata Kimia (KSK) dan tidak pernah menggunakan senjata kimia dalam bentuk apa pun.
Thailand mengutuk segala bentuk penggunaan senjata kimia di mana pun, oleh siapa pun, dan dalam situasi apa pun. Sejak meratifikasi KSK pada 2003, pemerintah Thailand terus menunjukkan komitmen melalui kerja sama aktif dengan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) serta negara-negara penandatangan lainnya.
Kementerian Luar Negeri Thailand menyebut tuduhan Kamboja hanya akan menghambat dialog konstruktif dan melemahkan upaya membangun kepercayaan antarnegara di kawasan. Pemerintah Thailand juga mengajak semua pihak untuk mengedepankan penyelesaian damai melalui diplomasi dan komunikasi terbuka.







Komentar