Ketua Perpadi Usulkan Penghapusan Kategori Beras Premium dan Medium

Jakarta (Riaunews.com) – Ketua Umum Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi), Sutarto Alimoeso, mengusulkan penghapusan kategori beras premium dan medium sebagai langkah untuk mencegah praktik pengoplosan beras di pasaran.

“Dengan dihapusnya kelas ini, peluang persaingan sehat akan semakin terbuka bagi seluruh pelaku usaha,” ujar Sutarto dalam wawancara dengan Pro 3 RRI, Senin (28/7).

Menurut Sutarto, penghapusan kategori ini akan memberikan kejelasan atas kualitas beras dan mendorong transparansi harga di pasar. Ia menilai bahwa banyaknya kelas beras saat ini justru membingungkan konsumen dan memicu potensi penyalahgunaan kualitas oleh pihak-pihak tertentu.

“Kami berharap kebijakan ini mampu meningkatkan transparansi harga dan kualitas di pasar beras nasional,” tambahnya.

Sebagai pengganti, Sutarto menyebut pemerintah akan menetapkan dua kategori baru, yakni beras biasa dan beras khusus. Beras khusus, menurutnya, akan diatur berdasarkan indikator geografis, ciri produksi, dan karakteristik tertentu yang telah ditetapkan secara resmi oleh pemerintah.

“Beras khusus akan mengikuti aturan berdasarkan standar dan ketentuan geografis resmi dari pemerintah,” katanya.

Perpadi, lanjut Sutarto, juga telah memberikan sejumlah masukan kepada pemerintah terkait harga eceran tertinggi (HET) beras. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi antara HET dan harga pokok pembelian (HPP) agar stabilitas harga di tingkat petani dan pasar tetap terjaga.

“Kami berharap penghapusan kategori ini segera diresmikan agar pasar beras menjadi lebih kondusif dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Komentar