Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Gangguan Kesehatan

Beberapa Warga Mulai Menggunakan Masker untuk Aktivitas Luar Ruangan

Lingkungan, Pekanbaru610 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menyelimuti Kota Pekanbaru pada Selasa pagi (22/7/2025). Sejak subuh, lapisan asap tebal terlihat menutupi langit kota dan menyelimuti sejumlah jalan protokol, kawasan permukiman, serta lingkungan pendidikan.

Tak hanya mengurangi jarak pandang, kabut asap juga menimbulkan bau menyengat yang mulai dikeluhkan warga. Banyak di antara mereka mengalami iritasi di hidung dan tenggorokan.

“Pagi-pagi buka pintu rumah, bau asap langsung terasa. Ini mirip kejadian beberapa tahun lalu,” keluh Santi, warga Panam, saat ditemui oleh CAKAPLAH.com.

Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat terhadap dampak kesehatan dan sosial yang mungkin terjadi jika Karhutla tidak segera ditangani. Warga berharap agar pemerintah bertindak cepat melakukan pemadaman dan pencegahan penyebaran asap lebih luas.

“Jangan sampai sekolah diliburkan lagi dan aktivitas ekonomi lumpuh seperti dulu. Pemerintah harus tegas menindak pembakar lahan,” tegas Santi.

Ia juga mengungkapkan bahwa wilayah tempat tinggalnya sempat diguyur hujan ringan pada pukul 05.55 WIB. “Saya kira pagi ini bakal hujan deras, ternyata hanya hujan lewat. Mudah-mudahan dalam beberapa hari ini turun hujan agar kabut asap hilang,” tambahnya.

Dari pantauan lapangan, sebagian warga mulai mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Namun, tingkat kesadaran terhadap perlindungan diri masih tergolong rendah, dengan banyak warga terlihat tanpa pelindung pernapasan.

Beberapa aktivitas warga, terutama yang memiliki riwayat penyakit pernafasan jadi terganggu. Hingga saat ini, belum ada tanggapan Pemkot Pekanbaru mengenai penangguangan kabut asap akibat karhutla ini

Komentar