KalaMusika 2025 hadirkan konser puisi lintas provinsi

Angkat Isu Lingkungan dan Sosial

Entertainment552 Dilihat

Pekanbaru (RiauNews.com) – Panggung seni Anjung Seni Idrus Tintin, Bandar Serai, Pekanbaru, akan menjadi saksi perhelatan KalaMusika 2025, Sabtu malam (19/7/2025). Acara ini merupakan konser puisi kolaboratif yang melibatkan penyair dari Provinsi Riau dan Kepulauan Riau dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-68 Provinsi Riau serta HUT ke-80 Republik Indonesia.

Diprakarsai oleh Yayasan Sanggam dan diproduseri oleh Husnizar Hood, KalaMusika 2025 menyuguhkan paduan pembacaan puisi dan musik panggung yang menampilkan lebih dari selusin penyair dan tokoh publik. “Kami ingin menghadirkan dialog kreatif yang menyentuh, melalui kata dan nada,” ujar Husnizar.

Nama-nama besar dari beragam latar belakang dijadwalkan tampil. Gubernur Riau Abdul Wahid akan membacakan pantun bertema alam, menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga ekosistem. Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan hadir dengan puisi berjudul Aku Berdiri untuk yang Tak Berkata, yang membawa refleksi tentang keadilan. Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho membawakan karya Cayo Den, yang mengusung kearifan lokal.

Kontribusi dari Kepri diwakili oleh Husnizar Hood dengan puisinya Surat-surat kepada Bunda Alam, dan Ramon Damora lewat karya Risalah dari Akar yang Tersisa. Sementara itu, penyair Riau yang ikut serta antara lain Jefry Al Malay, Kunni Masrohanti, Siti Salmah, Marhalim Zaini, Murpasaulian, dan Norham Abdul Wahab.

Seniman Asrizal Nur yang kini menetap di Jakarta juga turut ambil bagian dengan puisinya Percakapan Pohon dan Penebang. Keterlibatan generasi muda ditandai dengan kehadiran penyair cilik Queen Qamila Dayana Batrisya melalui puisi Percakapan Seekor Anak Gajah Kepada Seorang Jenderal, serta Muhammad Febriadi dengan Syair Hutan dan Kitab Tuhan.

Mengusung tema Surat-surat kepada Bunda Alam, konser ini tidak hanya menjadi panggung ekspresi estetika, tetapi juga menyuarakan isu-isu strategis seperti pelestarian lingkungan dan bahaya narkotika. “Puisi bukan hanya soal kata, tapi juga sikap. Lewat karya, penyair bisa berdiri sejajar dengan birokrat dan aparat dalam memperjuangkan kepedulian bersama,” ujar Husnizar.

KalaMusika yang pertama kali digelar pada 2021 di Tanjungpinang terus berkembang menjadi medium lintas budaya dan generasi. Edisi tahun ini mempertegas hubungan sejarah dan budaya antara Riau dan Kepri, dua provinsi yang secara historis berbagi akar budaya Melayu, meski kini berbeda administrasi.