YouTube Longgarkan Aturan Monetisasi Konten Sensitif, Lebih Banyak Video Bisa Raup Iklan

Entertainment, Tekno157 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – YouTube resmi melonggarkan pedoman monetisasi konten ramah pengiklan dengan mengizinkan lebih banyak video bertema sensitif dan kontroversial memperoleh pendapatan iklan penuh. Kebijakan ini berlaku selama konten disajikan secara tidak grafis, baik dalam bentuk drama maupun diskusi informatif.

Dikutip dari TechCrunch, Minggu (18/1/2026), topik kontroversial yang kini dapat dimonetisasi mencakup isu melukai diri sendiri, aborsi, hingga kekerasan dalam rumah tangga. Meski demikian, YouTube menegaskan konten terkait pelecehan anak dan gangguan makan tetap tidak memenuhi syarat untuk monetisasi penuh.

Kebijakan baru tersebut diumumkan melalui video di kanal Creator Insider milik YouTube pada pekan ini. YouTube menjelaskan, sebelumnya tingkat detail deskriptif atau visual tidak menjadi faktor utama dalam menentukan kelayakan iklan, sehingga banyak video bertema sensitif hanya mendapat ikon dolar kuning yang membatasi pendapatan.

“Dengan pembaruan minggu ini, pedoman kami menjadi lebih permisif, sehingga kreator bisa memperoleh pendapatan iklan yang lebih besar,” tulis YouTube dalam pernyataannya.

YouTube menyebut pelonggaran aturan ini merupakan respons atas masukan dari para kreator. Banyak kreator menilai pedoman lama terlalu ketat dan membatasi pendapatan iklan, meskipun konten disajikan secara edukatif, informatif, atau dalam konteks dramatis.

Meski lebih longgar, YouTube menegaskan sejumlah topik tetap dibatasi secara ketat. Konten yang membahas pelecehan anak, perdagangan seks anak, serta gangguan makan, termasuk dalam bentuk drama atau fiksi, tetap tidak memenuhi syarat untuk monetisasi iklan.