Sekolah Rakyat Pekanbaru Resmi Dibuka, 109 Anak jadi Angkatan Pertama

Utama718 Dilihat
Proyek Sekolah Rakyat Pekanbaru

Pekanbaru (Riaunews.com) – Sebanyak 109 anak dari keluarga kurang mampu akan menjadi angkatan pertama Sekolah Rakyat di Kota Pekanbaru pada tahun ajaran 2025/2026. Sekolah berasrama ini hadir sebagai solusi pendidikan gratis yang terpadu, menyasar anak-anak yang selama ini terkendala akses karena faktor ekonomi.

Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru, Dr. H. Idrus, M.Ag, menyebut mayoritas calon peserta didik merupakan warga Kota Pekanbaru. “Dari 109 calon peserta didik, sebanyak 76 anak merupakan warga Pekanbaru yang berasal dari keluarga kurang mampu,” ujar Idrus, Senin (7/7/2025).

Sementara itu, 33 peserta lainnya berasal dari kabupaten tetangga, yaitu Kampar, Siak, dan Pelalawan. Program ini tidak hanya menyediakan pendidikan gratis, tetapi juga menanggung biaya makan, tempat tinggal, hingga perlengkapan belajar bagi seluruh siswa.

“Sekolah Rakyat di Pekanbaru ini adalah wujud nyata dari upaya kita untuk memutus rantai kemiskinan,” tegas Idrus.

Konsep sekolah ini tak hanya mengedepankan aspek akademik, tetapi juga pembinaan karakter, kemandirian, keterampilan hidup, dan nilai-nilai kebangsaan. Sekolah Rakyat akan mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA, dan semua fasilitas disediakan oleh negara.

Meski masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi, proses teknis pengoperasian sekolah masih menunggu konfirmasi dari pihak Sentra Abiseka. Namun, Idrus optimistis kegiatan belajar dapat dimulai bersamaan dengan jadwal masuk sekolah negeri lainnya di Pekanbaru, yakni 14 Juli mendatang.

“Kalau bisa, kita berharap bisa mulai bersamaan dengan SD dan SMP negeri,” katanya.

Keberadaan Sekolah Rakyat juga merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Sebagai salah satu pilot project nasional, Sekolah Rakyat Pekanbaru diharapkan mampu menjadi model pengentasan kemiskinan berbasis pendidikan. Program ini diharapkan tidak hanya memberikan akses pendidikan, tapi juga menjadi langkah konkret dalam mengubah masa depan anak-anak kurang mampu.

“Kalau anak-anak ini berhasil, ke depannya mereka bisa membantu keluarganya keluar dari lingkaran kemiskinan,” tutup Idrus.

Komentar