Beda dengan Sekolah Umum, Sekolah Rakyat Gunakan Sistem Masuk-Keluar Fleksibel

Utama1305 Dilihat
Ilustrasi Sekolah Rakyat

Jakarta (Riaunews.com) – Pemerintah akan resmi mengoperasikan Program Sekolah Rakyat (SR) pada 14 Juli 2025 sebagai bagian dari program unggulan Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan bagi keluarga miskin.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyampaikan hal tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Senin (7/7). “Untuk tahap satu ada 100 lokasi Sekolah Rakyat. Insya Allah ini akan mulai beroperasi pada tanggal 14 Juli,” ujar Saifullah.

Sekolah Rakyat dibangun di berbagai daerah di seluruh Indonesia dan ditujukan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Sekretaris Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial, Idit Supriadi Priatna, menjelaskan bahwa sekolah ini bersifat berasrama dan sepenuhnya gratis, termasuk biaya pendidikan, akomodasi, makan, dan kebutuhan dasar lainnya.

Salah satu perbedaan utama Sekolah Rakyat dengan sekolah konvensional adalah sistem pembelajaran yang fleksibel dan personal. SR menerapkan sistem multi entry dan multi exit, memungkinkan siswa masuk kapan saja tanpa menunggu tahun ajaran baru dan menyelesaikan pendidikan berdasarkan capaian belajarnya masing-masing.

“Program ini merupakan kebijakan afirmatif pemerintah untuk memuliakan keluarga miskin dan menghapus hambatan akses pendidikan,” jelas Idit.

Pelaksanaan program ini dikoordinasikan oleh Kementerian Sosial, sementara rekrutmen guru dilakukan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Agama (Kemenag). Rekrutmen akan mengutamakan guru PNS, PPPK dengan penempatan, dan selanjutnya PPPK paruh waktu.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa para guru yang akan mengajar di Sekolah Rakyat harus merupakan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan bersedia mengajar secara penuh waktu di lingkungan asrama.

Kurikulum Sekolah Rakyat disusun dari tiga komponen utama, yaitu kurikulum karakter dan asrama oleh Kemensos, kurikulum sekolah formal oleh Kemendikdasmen, serta kurikulum pendidikan agama oleh Kemenag.

Program Sekolah Rakyat diharapkan mampu menciptakan perubahan nyata dalam memutus rantai kemiskinan dan memberi kesempatan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Komentar