Uber Perluas Robotaxi di AS, Ancam Pekerjaan Driver Online

Utama566 Dilihat
Robotaxi Uber

Raksasa transportasi Uber kembali menjadi sorotan usai memperluas layanan taksi tanpa sopir (robotaxi) di Amerika Serikat, yang dinilai bisa mengancam keberadaan para pengemudi transportasi online. Setelah sebelumnya beroperasi di Austin, Texas, kini Uber bersama Waymo, anak perusahaan Google, meluncurkan layanan robotaxi di Atlanta.

Layanan ini memanfaatkan mobil listrik Jaguar I-PACE yang sepenuhnya dikendalikan oleh sistem otomatis tanpa sopir manusia. Para pengguna dikenakan tarif setara dengan layanan UberX atau Comfort, tanpa opsi pemberian tip kepada pengemudi.

Efisiensi dan kemudahan yang ditawarkan teknologi ini menjadi daya tarik utama, namun sekaligus memunculkan kekhawatiran akan masa depan para pengemudi. Teknologi kendaraan otonom dinilai dapat menggantikan peran manusia dalam waktu dekat, terutama di sektor transportasi daring.

Uber sebelumnya sempat beroperasi di Indonesia hingga tahun 2018 sebelum melepas bisnisnya di kawasan Asia Tenggara kepada Grab. Kini, perusahaan tersebut menjadi pionir dalam revolusi mobil otonom di AS bersama Waymo.

Ekspansi robotaxi ini menandai langkah besar dalam transformasi industri transportasi global dan menjadi sinyal bagi para pengemudi untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi era digitalisasi penuh.

Apabila proyek ambisius Uber ini berhasil, tidak menutup kemungkinan akan ditiru oleh raksasa raksasa transportasi online lainnya seperti Gojek dan Grab.

Komentar