
Siak (RiauNews.com) — Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bumi Siak Pusako (BSP) mengungkap kerugian sebesar USD 14 juta pada 2024 akibat pembekuan minyak (congeal) dalam pipa tua, yang memaksa perusahaan menggunakan moda trucking untuk lifting minyak mentah.
Bupati Siak Afni Z, mewakili Pemerintah Kabupaten Siak, selaku pemegang saham mayoritas, menuntut evaluasi menyeluruh terhadap struktur organisasi dan sumber daya manusia BSP.
“Kerugian ini jadi catatan penting. Meskipun ada dividen dari saldo laba ditahan, evaluasi total tetap diperlukan agar BUMD ini memberi kontribusi maksimal,” tegasnya.
Manajemen BSP menjelaskan penurunan laba disebabkan usia fasilitas operasi yang sudah sejak 1975, korosi pipa, keterbatasan tangki penyimpanan, serta turunnya harga minyak ICP dari asumsi USD 85,91 menjadi USD 77,90 per barel.
Meski menyetujui dividen Rp21 miliar untuk Pemkab Siak, Afni menyatakan pihaknya tidak puas dan tetap menuntut perbaikan manajemen.
Direktur BSP Iskandar menyampaikan langkah strategis jangka pendek berupa efisiensi biaya dan evaluasi moda transportasi. Sementara jangka menengah fokus pada pembangunan pipa ke Kawasan Industri Tanjung Buton selama 17 bulan, dan jangka panjang berupa penggantian fasilitas produksi serta eksplorasi cadangan baru.***







Komentar