Salamander Raksasa Cina, “bayi air” dari Pegunungan Tiongkok

Utama1129 Dilihat
Ilustrasi: rekayasa foto menggunakan Lab Google ImageFX

 

Pekanbaru (RiauNews.com) – Di kedalaman sungai-sungai dingin dan jernih di wilayah pegunungan Tiongkok, hidup makhluk purba yang jarang terlihat namun menyimpan banyak cerita, Salamander Raksasa Cina (Andrias davidianus).

Dengan tubuh yang bisa tumbuh lebih dari 1,5 meter panjangnya, ia bukan hanya amfibi terbesar di dunia, tapi juga saksi hidup dari zaman dinosaurus. Salamander ini lebih suka bersembunyi di balik bebatuan sungai, aktif di malam hari, dan hampir tak bersuara. Ia tidak bersuara untuk menarik pasangan atau mempertahankan wilayah seperti katak, tapi hanya mengeluarkan bunyi samar seperti bayi menangis, yang membuatnya dijuluki “bayi air” oleh penduduk lokal.

Secara ilmiah, Andrias davidianus tergolong dalam kelompok yang hampir tak berubah sejak lebih dari 170 juta tahun lalu. Ini menjadikannya “fosil hidup”, makhluk kuno yang bertahan melewati zaman es, letusan gunung api, dan perubahan iklim ekstrem.

Sayangnya, keistimewaan ini justru menjadi pedang bermata dua. Dalam budaya Tiongkok, salamander dipercaya berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit dan meningkatkan vitalitas, sehingga dagingnya dijual mahal di restoran dan pasar obat tradisional. Pada pengobatan tradisional Tiongkok, salamander dianggap memiliki khasiat kesehatan, seperti mengobati gangguan pernapasan dan reumatik, memperkuat stamina dan memperlambat penuaan, dianggap sebagai “tonik langka” karena dianggap meningkatkan vitalitas. Meski belum terbukti secara ilmiah, kepercayaan ini sudah berlangsung lama.

Salamander Raksasa Cina (Andrias davidianus)

Disayangkan, perburuan liar dan kerusakan habitat membuat spesies ini semakin langka, masuk dalam daftar spesies yang sangat terancam punah. Namun tidak semua kisah berakhir buruk. Pemerintah Tiongkok kini mendorong budidaya salamander secara legal, mengontrol perdagangan, dan bahkan melakukan program pelepasliaran untuk mengembalikannya ke alam. Di sisi lain, ilmuwan juga meneliti kemampuan regeneratifnya yang luar biasa—ia dapat menumbuhkan kembali anggota tubuh yang hilang, seperti ekor atau jari.

hewan ini mengingatkan kita bahwa keanekaragaman hayati adalah warisan yang tak ternilai. Ia bukan sekadar binatang aneh dari pegunungan Asia, tapi simbol dari alam liar yang harus dijaga, dan juga pintu menuju rahasia biologi dan evolusi yang belum sepenuhnya kita pahami.

Salamander Raksasa Cina adalah bukti bahwa dunia ini masih menyimpan makhluk-makhluk luar biasa yang hidup jauh dari sorotan manusia. Di balik tubuh besarnya dan wajahnya yang tampak murung, tersembunyi cerita panjang tentang ketahanan, misteri, dan harapan.

Komentar