Menyusuri sensai arum jeram Sungai Kelelawar Kuansing

Utama901 Dilihat
Sumber foto: https://jadesta.kemenparekraf.go.id/imgpost/94944.jpg

 

Kuansing (RiauNews.com) – Arung jeram ini berada di Desa Sungai Kelelawar, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Terletak sekitar 200 km dari Pekanbaru (±4 jam perjalanan) dan kira-kira 35 km dari Teluk Kuantan. Akses akhir,  melewati jalan yang sebagian tanah dan perkebunan karet,  menambah kesan petualangan tersendiri.

Sungai Kelelawar dikenal karena daya tarik arung jeramnya. Aliran sungai yang deras dan beberapa jeram menawarkan sensasi menantang, baik bagi pemula maupun yang sudah berpengalaman. Lokasi ini pernah digunakan sebagai arena resmi cabang olahraga arung jeram pada PORPROV Riau X, menegaskan standar dan kualitas arus airnya.

Selain jeram, daerah ini juga menyajikan pemandangan air terjun Sungai Kandi (atau Air Terjun Kelelawar) yang terkenal, dengan ketinggian sekitar 20 meter (tingkat atas) dan 3 meter (tingkat bawah). Airnya jernih dan lingkungan sekitarnya masih asri karena minim gangguan manusia.

Wisata arung jeram digerakkan oleh Badan Usaha Desa (Bumdes) Pincuran 7 bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sungai Kandi. Mereka menyediakan fasilitas seperti area parkir, toilet umum, kios kuliner, dan area selfie. Pengembangan destinasi turut melibatkan pendampingan pemerintah kabupaten untuk meningkatkan SDM pelaku wisata, termasuk pelatihan dan pembinaan terhadap Pokdarwis

Desa ini tidak hanya menawarkan arung jeram, tetapi juga aktivitas budaya seperti pacu jalur dan wisata mandi balimau khusus saat bulan suci, menarik ribuan pengunjung (±2.500 saat Ramadan).

Selain arung jeram dan air terjun, Sungai Kelelawar menawarkan beragam destinasi alam lain, ratusan aliran sungai, lubuk dalam untuk berenang, hingga belasan air terjun tersembunyi seperti Lubuk Kula, Lubuk Sako, dan Cupang. Lokasi-lokasi ini kerap dimanfaatkan untuk trekking, camping, dan eksplorasi satwa/flora lokal, menjadikannya surga bagi pencinta petualangan dan alam.

Penelitian turut menyoroti pengelolaan lingkungan sungai secara ekologi-sosial-budaya, mendorong pendekatan berkelanjutan agar aktivitas wisata tidak merusak ekosistem Sungai Kelelawar. Masyarakat lokal juga ditekankan untuk menjaga kebersihan aliran sungai, terutama menjelang event besar, karena turut mendukung kondisi air tetap jernih .

Arung jeram di Sungai Kelelawar adalah perpaduan antara adrenalin dan keindahan alam alami. Dengan dukungan komunitas, fasilitas pendukung, dan kehadiran event budaya dan olahraga, destinasi ini berkembang menjadi daya tarik wisata di Riau. Bagi para petualang, tempat ini menawarkan pengalaman unik, menaklukkan jeram, bertualang di air terjun, sekaligus meresapi budaya lokal.

Jika  ingin merasakan wisata alam yang autentik dan tidak mainstream di Riau, Sungai Kelelawar adalah pilihan tepat—baik untuk keseruan arung jeram maupun ketenangan alam yang memesona.

Info penting:

  • Tiket arung jeram mulai dari Rp 650 per orang
  • Mandi di air terjun Sungai Kandi sekitar Rp 2.000.
  • Parkir dan biaya masuk ke air terjun hanya sekitar Rp 10.000.

 

Komentar