Komisi V DPR RI Dorong Revitalisasi Stadion Utama Riau Jadi Kawasan Industri Olahraga

Utama909 Dilihat
Ilustrasi: Foto dibuat menggunakan Lab Google ImageFX

 

Pekanbaru (RiauNews.com) – Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja reses ke Stadion Utama Riau di Kota Pekanbaru guna meninjau langsung kondisi infrastruktur olahraga yang sudah lama tidak dimanfaatkan secara optimal. Dalam kunjungan ini, Komisi V menekankan pentingnya revitalisasi stadion dan mendorong transformasinya menjadi kawasan industri olahraga.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw, menyatakan bahwa stadion yang dibangun untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII tahun 2012 itu merupakan aset negara yang harus diberdayakan agar tidak terbengkalai.

“Stadion yang megah ini sudah sekitar 13 tahun tidak termanfaatkan. Ini adalah aset negara, ini harus bisa diperdayakan. Kami dari Komisi V hadir di sini dalam rangka memberikan dukungan kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui pemanfaatan stadion ini,” ujar Roberth, , Kamis (19/6/2025).

Roberth menambahkan, revitalisasi stadion sebaiknya diarahkan untuk menjadi kawasan bisnis dan industri olahraga yang terintegrasi, agar bisa memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat lokal.

“Saya sepakat dengan Gubernur, stadion ini harus dibuat menjadi kawasan industri dan bisnis. Karena olahraga itu butuh biaya besar. Kalau tidak masuk dalam skema bisnis, maka tidak akan berkembang,” tambah politisi dari Fraksi Partai NasDem itu.

Menanggapi hal tersebut Gubernur Riau, Abdul Wahid, menyambut baik dukungan dari Komisi V DPR RI dan menyampaikan komitmennya untuk mengembangkan kawasan Stadion Utama sebagai pusat kegiatan olahraga dan ekonomi.

“Stadion ini sudah lebih dari 13 tahun tidak dimanfaatkan. Hanya dua kali digunakan, yaitu saat pertandingan Indonesia-Singapura dan pembukaan PON. Setelah itu tidak pernah lagi ada event besar,” ungkap Abdul Wahid.

Ia juga memastikan bahwa persoalan hukum yang sebelumnya menghambat pemanfaatan stadion kini telah selesai. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah pusat melalui Komisi V DPR RI dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dapat membantu dari sisi perencanaan dan desain pengembangan kawasan tersebut.

“Saya minta bantuan dari teman-teman Komisi V dan Kementerian PU. Saya ingin menjadikan ini kawasan bisnis, karena olahraga harus masuk dalam kawasan industri agar bisa memberikan nilai dan arti bagi perkembangan dunia olahraga,” jelasnya.

Peninjauan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghidupkan kembali infrastruktur olahraga nasional. Revitalisasi Stadion Utama Riau diharapkan tidak hanya meningkatkan geliat dunia olahraga, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Riau.

Komentar