BBKSDA Riau Imbau Warga Rumbai Tanam Tanaman yang Dihindari Gajah

Lingkungan, Pekanbaru187 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Supartono, mengimbau warga Rumbai Barat, Kota Pekanbaru, agar menanam tanaman yang tidak disukai gajah untuk mencegah kedatangan hewan tersebut ke kebun atau pondok mereka.

Menurut Supartono, wilayah Rumbai Barat yang berbatasan langsung dengan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim merupakan jalur jelajah tradisional Gajah Sumatera. Karena itu, warga yang berkebun di sekitar kawasan tersebut diminta lebih waspada.

“Kami mengimbau masyarakat agar menanam tanaman-tanaman yang tidak disukai gajah, seperti jeruk, serai wangi, jahe, cabe, dan lainnya,” ujarnya, Minggu (2/11/2025).

Imbauan itu disampaikan menyusul insiden serangan Gajah Sumatera di Rumbai Barat yang menewaskan seorang anak berusia delapan tahun bernama Citra. Korban ditentang seekor gajah saat hewan tersebut bersama kelompoknya mendatangi pondok kebun orang tuanya untuk mencari makan. Gajah diketahui tertarik pada tanaman jagung yang ditanam di sekitar pondok.

Supartono menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis itu dan berharap masyarakat semakin berhati-hati. “Kami sangat berduka dengan meninggalnya ananda Citra. Kami dari BBKSDA mengucapkan belasungkawa yang mendalam,” tuturnya.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil pemantauan Tim Mitigasi Konflik Satwa BBKSDA Riau, kawanan gajah yang menyerang pondok warga kini telah menjauh dari lokasi dan kembali ke habitatnya di Tahura. “Kawanan gajah sudah tidak berada di lokasi, saat ini mereka sudah kembali ke Tahura,” jelasnya.

Meski begitu, BBKSDA tetap meminta masyarakat untuk waspada dan segera melapor jika melihat tanda-tanda keberadaan gajah di sekitar permukiman. “Jika mendengar atau melihat kelompok gajah mendekat, segera laporkan ke BBKSDA Riau atau aparat terkait agar bisa ditangani dengan cepat,” pungkas Supartono.

Komentar