Misano (Riaunews.com) – Francesco Bagnaia mengalami akhir pekan buruk di GP San Marino yang menandai titik terendah kariernya bersama Ducati. Pembalap Italia itu gagal tampil kompetitif baik di sprint maupun balapan utama, membuat posisinya di klasemen terancam.
Pada balapan Minggu, Bagnaia terjatuh di lap kedelapan saat berada di posisi delapan. Sehari sebelumnya, ia hanya finis ke-13 di sprint, terpaut lebih dari 16 detik dari pemenang Marco Bezzecchi. “Saya sedang menjalani mimpi buruk. Pasti ada sesuatu yang besar yang membuat saya lebih lambat satu setengah detik,” ujarnya.
Ducati menegaskan bahwa masalah Bagnaia bukan berasal dari motor Desmosedici. Analisis teknis menunjukkan tidak ada kendala mekanis yang signifikan, sehingga pabrikan menilai krisis Bagnaia berasal dari kepercayaan dirinya sendiri. “Masalah sebenarnya adalah konsistensi, bukan soal Marquez mengalahkannya,” ujar sumber internal Ducati.
Sementara itu, rekan setimnya Marc Marquez meraih kemenangan ke-11 musim ini di Misano dan semakin dekat dengan gelar juara dunia ketujuhnya. Marquez kini mengoleksi 168 poin hanya dalam lima seri terakhir, jauh melampaui perolehan Bagnaia yang hanya menambah 40 poin sejak jeda musim panas.
Manajemen Ducati berusaha melindungi Bagnaia di depan publik, tetapi di balik layar mereka menekankan perlunya perubahan pola pikir. Bagnaia sendiri mencoba bangkit dengan meminta masukan dari Casey Stoner, mantan juara dunia Ducati, yang mendampinginya dalam sesi tes pascabalapan di Misano.
Jika tren negatif ini tidak segera berakhir, Bagnaia berisiko kehilangan posisi ketiga di klasemen yang kini hanya berjarak delapan poin dari Bezzecchi. Dengan bursa pembalap 2026 semakin dekat, masa depan Bagnaia di tim pabrikan Ducati pun dipertanyakan, sementara prioritas utama Ducati adalah mengamankan kontrak baru Marc Marquez.







Komentar