BPP DIR Gelar FGD, Dorong Naskah Akademis Daerah Istimewa Riau

Budaya, Spesial Riau377 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Badan Pekerja Perwujudan Daerah Istimewa Riau (BPP DIR) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema Naskah Akademis Daerah Istimewa Riau di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Senin (18/8). Forum ini menghadirkan Rektor Universitas Lancang Kuning sekaligus Ketua Tim Naskah Akademis DIR, Prof. Dr. Junaidi, serta Ketua BPP DIR yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, dengan moderator Sekum DPH LAMR, Datuk H. Jonnaidi Dasa.

BPP DIR menekankan pentingnya memperdalam kajian historis, sosiologis, dan yuridis terkait keistimewaan Riau. Mereka menargetkan naskah akademis menjadi landasan konseptual yang kuat dalam memperjuangkan pengakuan resmi status Daerah Istimewa Riau. Diskusi ini juga membuka ruang partisipasi publik untuk memperkuat argumen tentang urgensi DIR.

Datuk Seri Taufik Ikram Jamil menegaskan wacana DIR bukan sekadar gagasan politik, melainkan pengakuan bangsa terhadap tamadun Melayu Riau sebagai akar peradaban. Ia menekankan masyarakat Riau mendambakan kemajuan di berbagai bidang, namun tetap berpegang pada marwah budaya Melayu.

Prof. Dr. Junaidi menambahkan bahwa pengajuan DIR tidak bertentangan dengan hukum. Usulan ini berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, serta dimaksudkan untuk memperkuat NKRI melalui pengakuan terhadap kekhasan budaya dan sejarah Riau. Acara diakhiri dengan penyerahan dukungan terhadap DIR oleh berbagai tokoh adat, akademisi, dan organisasi masyarakat.

Komentar