Pemprov Riau Siapkan Tiga Desain Pengganti Tugu Zapin, Ini Alternatifnya

Spesial Riau19 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mulai mematangkan rencana penataan ulang Tugu Zapin yang berada di depan Kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPRPKPP) Riau kini menyusun Detail Engineering Design (DED) untuk tiga alternatif desain tugu pengganti.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPRPKPP Riau, Zulfahmi, mengatakan tiga konsep yang sedang dikaji tersebut adalah Tugu Titik Nol, Monumen Tanjak, dan Tugu Lancang Kuning.

Ketiga desain disiapkan dengan mempertimbangkan efisiensi biaya, kemudahan perawatan, serta tetap mempertahankan identitas Melayu sebagai ciri khas Provinsi Riau.

“Kami sedang membuat tiga desain. Konsepnya lebih ekonomis,” kata Zulfahmi, Senin (2/11/2026).

Tiga Konsep Usung Identitas Melayu

Zulfahmi menjelaskan, ketiga desain tersebut tidak akan menggunakan material mahal seperti tembaga yang digunakan pada Tugu Zapin saat ini. PUPRPKPP ingin memilih material yang lebih mudah diperbaiki dan dirawat.

Beton menjadi salah satu pilihan material karena relatif lebih mudah dalam perawatan. Meski demikian, desain tugu tetap akan dipadukan dengan ornamen khas Melayu agar identitas budaya daerah tetap menonjol.

“Karena kita berada di Negeri Melayu, tentu sentuhan ornamen Melayunya akan dibuat lebih dominan,” jelasnya.

Menurut Zulfahmi, rencana menyiapkan desain baru bukan berarti Pemprov Riau tidak menghargai keberadaan Tugu Zapin yang selama ini menjadi salah satu ikon daerah. Namun, mempertahankan dan memperbaiki tugu tersebut juga menghadapi sejumlah kendala.

Salah satunya adalah penggunaan material tembaga yang membutuhkan tenaga pengrajin khusus untuk melakukan perbaikan. Dalam satu tahun terakhir, pihaknya telah berulang kali berupaya menjalin komunikasi dan mengatur pertemuan dengan pengrajin asli Tugu Zapin.

Namun, proses koordinasi tersebut tidak mudah karena pengrajin bersangkutan memiliki kesibukan dan pekerjaan di berbagai daerah di Indonesia.

Karena itu, pertimbangan utama dalam menyiapkan desain baru adalah memastikan tugu tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mudah dirawat dalam jangka panjang.

“Sebab, pembangunan sebuah ikon daerah harus mempertimbangkan kebutuhan perawatan hingga 10, 15, bahkan 20 tahun mendatang,” ucap Zulfahmi.

Penggantian Tugu Zapin Belum Final

Terkait kondisi Tugu Zapin yang terlihat mengalami kerusakan dan beberapa bagiannya tampak sobek, Dinas PUPRPKPP sebelumnya telah melakukan penanganan sementara dengan menutup bagian tersebut menggunakan kain terpal. Namun, penutup itu kemudian dibuka kembali.

Persoalan perawatan kembali menjadi pertimbangan penting karena material tembaga pada tugu tersebut membutuhkan penanganan khusus.

Meski demikian, Zulfahmi menegaskan keputusan untuk mengganti Tugu Zapin belum ditetapkan. Pihaknya masih menunggu hasil kajian dan penyelesaian desain sebelum melaporkannya kepada Gubernur Riau.

“Tapi, keputusan mengganti Tugu Zapin belum ditetapkan. Kami masih menunggu hasil kajian dan penyelesaian desain sebelum melaporkannya kepada Gubernur Riau. Kalau beliau setuju untuk diganti, tentu akan kami usulkan penggantian,” ungkapnya.

Ia menegaskan, PUPRPKPP hanya menyiapkan alternatif tugu yang lebih ekonomis dan mudah dirawat tanpa bermaksud mengabaikan keberadaan Tugu Zapin.

Jika penyusunan desain dapat diselesaikan tahun ini, Pemprov Riau berharap pembangunan fisik tugu baru dapat dilaksanakan pada 2027.

Komentar