11.707 Warga Pekanbaru Alami Gangguan Kesehatan akibat Kabut Asap Karhutla

Kesehatan, Pekanbaru24 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Sebanyak 11.707 kasus gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tercatat di Kota Pekanbaru hingga 10 Oktober 2026. Mayoritas kasus merupakan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), disusul asma, iritasi kulit, dan iritasi mata.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, mengatakan data tersebut merupakan akumulasi kasus yang dihimpun sejak 25 Agustus 2026, setelah pemerintah menetapkan status siaga darurat kebakaran lahan di Pekanbaru.

“Sampai hari ini sudah 11.707 orang ya total kumulatif kasus,” kata Hazli, Senin (12/10/2026).

ISPA Mendominasi Kasus Gangguan Kesehatan

Diskes Pekanbaru menghimpun data tersebut dari 21 puskesmas dan 30 rumah sakit di Kota Pekanbaru. Dari total kasus yang tercatat, sebanyak 9.816 kasus merupakan ISPA, 892 kasus asma, 498 kasus iritasi kulit, serta 328 kasus konjungtivitis atau iritasi mata.

Untuk mengantisipasi dampak kesehatan yang lebih luas, Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Diskes terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.

Salah satu langkah yang dilakukan ialah menggencarkan promosi kesehatan melalui 21 puskesmas. Petugas kesehatan mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih buruk.

Warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan juga diminta menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap. Selain itu, masyarakat diimbau menutup pintu, jendela, dan ventilasi rumah agar asap tidak mudah masuk ke dalam ruangan, terutama untuk melindungi kelompok rentan.

“Kalau pun harus terpaksa beraktivitas di luar ruangan, terus pakai masker,” ujarnya.

Puskesmas Layani Warga hingga Pukul 21.00 WIB

Selain menyampaikan imbauan, Diskes Pekanbaru juga membagikan masker gratis kepada masyarakat. Hazli memastikan persediaan masker saat ini masih mencukupi. Warga yang membutuhkan dapat mendatangi puskesmas terdekat untuk memperoleh masker secara gratis.

Diskes juga mengajak perusahaan besar dan korporasi di Pekanbaru berpartisipasi membantu masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), khususnya dengan menyalurkan bantuan masker.

Perusahaan dapat menyalurkan bantuan melalui Pemerintah Kota Pekanbaru atau Diskes, maupun memberikannya secara langsung kepada masyarakat.

Di sisi pelayanan kesehatan, Pemko Pekanbaru tetap menyiagakan fasilitas medis untuk menangani warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap. Puskesmas telah dilengkapi obat-obatan, tabung oksigen, serta peralatan untuk menangani ISPA dan kebutuhan medis lainnya.

Pemko Pekanbaru juga memperpanjang jam pelayanan puskesmas hingga pukul 21.00 WIB. Pelayanan tetap berlangsung pada Sabtu dan Minggu agar masyarakat dapat mengakses pemeriksaan dan penanganan medis saat membutuhkan.

Hazli kembali mengingatkan masyarakat agar tetap waspada, membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker jika harus keluar rumah, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan.

Komentar