Pekanbaru (Riaunews.com) – Kenaikan harga kebutuhan pokok berpotensi terjadi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). DPRD Kota Pekanbaru meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai mengantisipasi potensi kenaikan harga tersebut sejak dini.
Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru Syamsul Bahri meminta Tim Inflasi Pemerintah Daerah (TIPD) memperkuat pemantauan harga dan ketersediaan bahan pangan. Meski Nataru masih sekitar dua bulan lagi, langkah antisipasi dinilai perlu dilakukan lebih awal.
“Biasanya setiap tahun kondisi itu sangat berpotensi memicu kenaikan harga bila tidak diimbangi dengan ketersediaan pasokan yang memadai dari sekarang,” kata Syamsul Bahri, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, pemerintah perlu memantau harga dan stok bahan pangan secara berkala di pasar tradisional maupun pusat distribusi. Langkah tersebut diperlukan untuk mengetahui potensi gangguan pasokan sebelum berdampak pada harga di tingkat konsumen.
Stok dan Harga Sembako Diminta Dipantau
Syamsul menyebut sejumlah komoditas yang perlu mendapat perhatian, di antaranya beras, cabai, bawang merah, bawang putih, telur, gula, minyak goreng, daging ayam, dan daging sapi.
Ia meminta pemantauan tidak dilakukan sekadar sebagai kegiatan rutin tanpa tindak lanjut. Menurutnya, efektivitas langkah antisipasi dapat dilihat dari kemampuan pemerintah menjaga stabilitas harga dan pasokan menjelang Nataru.
“Tapi kita minta jangan hanya formalitas. Ini nanti akan ketahuan kinerjanya apabila harga tidak naik. Tapi kalau naik, maka antisipasinya tidak berjalan maksimal,” katanya.
Syamsul juga meminta pemerintah mengantisipasi kemungkinan gangguan distribusi. Menurutnya, gangguan pada rantai pasok dapat memberikan tekanan tambahan terhadap harga kebutuhan pokok di tingkat konsumen.
Operasi Pasar Disiapkan Jika Harga Mulai Naik
Syamsul mengatakan pengendalian harga tidak seharusnya baru dilakukan setelah terjadi lonjakan harga. Pemerintah dapat menyiapkan sejumlah langkah, termasuk operasi pasar dan pasar murah, apabila ditemukan indikasi kenaikan harga yang signifikan.
Koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha juga perlu diperkuat untuk memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia selama periode Nataru.
“Ini kan pekerjaan tiap tahun. Kami yakin sudah disiapkan strateginya. Sebab, jika ada gangguan, bisa memberikan tekanan tambahan terhadap harga di tingkat konsumen,” jelasnya.
Ia berharap langkah antisipasi tersebut dilakukan sejak jauh hari sehingga potensi gejolak harga kebutuhan pokok menjelang Nataru dapat ditekan.
“Kita minta ini, tujuannya mengantisipasi potensi gejolak harga sejak dini,” jelasnya.







Komentar