Bupati Rohul Tegaskan Efisiensi Anggaran Tak Boleh Kurangi Kualitas Pelayanan

Rokan Hulu (Riaunews.com) – Keterbatasan fiskal daerah tidak boleh menjadi alasan bagi Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Di tengah efisiensi anggaran, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta bekerja lebih cerdas, efektif, dan kreatif.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Rohul H Anton ST MM. Ia meminta kepala OPD dan pejabat di lingkungan Pemkab Rohul tetap menjaga semangat serta loyalitas dalam menjalankan tugas meski pemerintah daerah tengah melakukan efisiensi anggaran.

“Memang kondisi keuangan daerah kita saat ini sedang mengalami efisiensi. Tetapi kita tidak boleh kehilangan semangat dan loyalitas dalam menjalankan tugas. Justru kondisi ini harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih cerdas, lebih efektif dan lebih kreatif,” tegas Anton.

Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh berdampak terhadap pelayanan dasar yang menjadi kebutuhan masyarakat. Setiap OPD harus mengoptimalkan sumber daya yang tersedia dengan menetapkan skala prioritas secara tepat.

OPD Diminta Fokus pada Program yang Berdampak

Anton meminta setiap program pemerintah daerah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia mengingatkan OPD tidak hanya mengejar pencapaian target administratif, tetapi memastikan hasil program dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Program yang dijalankan harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Jangan hanya mengejar target administrasi, tetapi manfaatnya juga harus bisa dirasakan,” ujarnya.

Ia menekankan kepala OPD memiliki tanggung jawab menerjemahkan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Rohul ke dalam program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Karena itu, pejabat di lingkungan Pemkab Rohul diminta tidak hanya bekerja dari balik meja. Kepala OPD harus turun langsung ke lapangan untuk melihat persoalan, mendengar keluhan masyarakat, dan mencari solusi sesuai kemampuan serta kewenangan pemerintah daerah.

“Jangan hanya bekerja di belakang meja. Turun ke masyarakat, lihat persoalannya, dengarkan keluhannya dan cari solusi sesuai kemampuan kita,” katanya.

Efisiensi Jadi Momentum Benahi Birokrasi

Anton juga mengingatkan jajaran pemerintahan untuk menjaga loyalitas terhadap visi dan misi kepala daerah. Menurutnya, loyalitas tidak cukup diwujudkan melalui kepatuhan administratif, tetapi harus terlihat dalam kerja nyata dan keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat.

Ia berharap efisiensi anggaran tidak sekadar dimaknai sebagai pengurangan belanja pemerintah. Efisiensi harus menjadi momentum untuk memperbaiki pola kerja birokrasi agar penggunaan anggaran semakin tepat sasaran.

“Setiap OPD harus mampu menentukan prioritas, memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal dan mencari terobosan. Jangan sampai karena efisiensi, pelayanan kepada masyarakat ikut melambat,” pungkasnya.

Komentar