Empat Pemuda Diduga Mucikari Peras Pengguna MiChat di Pekanbaru, Diamankan Polisi

Pekanbaru (Riaunews.com) – Empat pemuda diamankan Tim URC Raga Polda Riau setelah diduga melakukan pemerasan terhadap pengguna aplikasi MiChat di Pekanbaru. Para terduga pelaku disebut menggunakan modus mengaku sebagai penerima tamu atau mucikari.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Riau Kombes Pol Hasyim Risahondua mengatakan, pengungkapan tersebut bermula dari informasi mengenai dugaan aksi pemerasan melalui aplikasi MiChat.

“Ditemukan empat orang pemuda yang diduga melakukan aksi pemerasan di aplikasi MiChat,” kata Hasyim, Rabu (16/9/2026).

Menurut Hasyim, keempat terduga pelaku menggunakan modus yang hampir serupa saat berkomunikasi dengan pengguna aplikasi. Mereka mengaku sebagai penerima tamu atau mucikari.

Komunikasi kemudian berlanjut hingga para terduga pelaku diduga memanfaatkan situasi untuk meminta sejumlah uang kepada pengguna MiChat.

Diduga Manfaatkan Pengguna MiChat

“Modus dari masing-masing terduga pelaku adalah mengaku sebagai penerima tamu atau mucikari,” ujar Hasyim.

Ia mengatakan, dugaan aksi tersebut dilakukan untuk memperoleh keuntungan dengan memanfaatkan kondisi ekonomi pengguna aplikasi.

“Motif dari para terduga pelaku adalah untuk memanfaatkan kondisi ekonomi atau melakukan pemerasan kepada para pelanggan atau pengguna aplikasi MiChat,” jelasnya.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi juga menemukan rekaman video yang berkaitan dengan para terduga pelaku. Dalam video itu, mereka disebut mengaku pernah mengonsumsi narkotika jenis sabu dan obat-obatan terlarang seperti inek.

Pengakuan Konsumsi Narkoba Didalami

Hasyim mengatakan, dalam rekaman tersebut para terduga pelaku mengaku menggunakan sabu dan obat-obatan terlarang sekitar dua hari sebelum diamankan Tim URC Raga Polda Riau.

“Dari video yang terekam, pelaku mengaku menggunakan narkoba jenis sabu dan obat-obatan terlarang seperti inek pada dua hari sebelum ditangkap oleh Tim URC Raga Polda Riau,” kata Hasyim.

Meski demikian, polisi masih mendalami pengakuan tersebut untuk memastikan apakah para terduga pelaku benar mengonsumsi narkotika.

Keempat pemuda tersebut kemudian diserahkan kepada Polresta Pekanbaru untuk menjalani pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut, termasuk pengecekan urine.

“Proses yang dilakukan adalah menyerahkan kepada Polresta Pekanbaru untuk dilakukan penelusuran lebih lanjut dan melaksanakan pengecekan urine,” tutup Hasyim.

Komentar