Pemko Pekanbaru Siagakan 21 Puskesmas Hadapi Lonjakan ISPA Akibat Kabut Asap

Kesehatan, Pekanbaru33 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 21 Puskesmas yang tersebar di sejumlah wilayah Kota Pekanbaru disiapkan sebagai posko layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak memburuknya kualitas udara.

Langkah tersebut dilakukan menyusul peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Pekanbaru. Pemko mencatat jumlah kasus ISPA saat ini melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan kondisi normal, dengan rata-rata mencapai lebih dari 300 kasus per hari.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, pihaknya telah meminta Dinas Kesehatan (Diskes) mengaktifkan seluruh Puskesmas untuk mengantisipasi peningkatan kasus ISPA akibat paparan kabut asap.

“Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,” kata Markarius, Senin (7/9/2026).

21 Puskesmas Siap Tangani Warga

Markarius memastikan seluruh Puskesmas siap memberikan penanganan kepada warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap. Masyarakat yang mengalami keluhan, khususnya gangguan pada saluran pernapasan, dapat mendatangi Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pelayanan.

“Rata-rata kasus per hari mencapai 300 lebih,” ujarnya.

Pemko Pekanbaru menilai keberadaan 21 Puskesmas menjadi bagian penting dalam menghadapi peningkatan gangguan kesehatan selama kualitas udara memburuk. Pemerintah juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala ISPA.

PJJ untuk Lindungi Peserta Didik

Selain memperkuat layanan kesehatan, Pemko Pekanbaru mengambil langkah perlindungan terhadap peserta didik dengan kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kebijakan tersebut berlaku bagi peserta didik jenjang PAUD, TK, SD hingga SMP pada 7-8 September 2026.

Penerapan PJJ dilakukan sebagai langkah antisipasi karena kualitas udara Pekanbaru berada pada kategori tidak sehat. Kebijakan tersebut sekaligus mengurangi aktivitas anak-anak di luar ruangan selama kondisi udara belum membaik.

Pemko Pekanbaru mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak kabut asap. Warga yang mengalami gangguan kesehatan, terutama keluhan pada saluran pernapasan, diminta segera memanfaatkan layanan kesehatan di Puskesmas terdekat.

Komentar