Gangguan Listrik Berulang di Rangsang, Pemuda Desak PLN Evaluasi Manajemen

Meranti31 Dilihat

Meranti (Riaunews.com) – Gangguan listrik yang berulang di Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, mendapat sorotan dari tokoh pemuda setempat. Manajemen PLN Selatpanjang didesak melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencari solusi permanen atas persoalan kelistrikan yang terus dirasakan masyarakat.

Tokoh pemuda Rangsang, Aidil Kharis, mengatakan gangguan listrik, khususnya pada sistem Sub Tanjung Samak, sudah cukup lama terjadi. Menurutnya, perbaikan setiap kali gangguan muncul belum menyelesaikan persoalan karena pemadaman kembali terjadi.

Aidil meminta PLN tidak hanya melakukan penanganan ketika terjadi gangguan, tetapi juga mencari akar masalah dan menyiapkan langkah perbaikan jangka panjang.

“Kami menghargai petugas PLN di lapangan. Tetapi kalau persoalan yang sama terus berulang tanpa solusi permanen, tentu manajemen harus dievaluasi. Kalau memang manajemen PLN Selatpanjang tidak mampu mengatasi persoalan ini, saya kira perlu dipertimbangkan pergantian atau penyegaran manajemen,” tegas Aidil.

PLN Diminta Pastikan Sistem Kelistrikan

Aidil menilai PLN perlu memastikan seluruh sistem kelistrikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di Rangsang. Evaluasi tersebut mencakup kapasitas pembangkit, cadangan daya, jaringan hingga sistem distribusi.

“Masyarakat tidak menuntut yang berlebihan. Kami hanya ingin listrik yang stabil. Jangan setiap kali listrik padam masyarakat kembali diberi alasan yang sama. Harus ada solusi yang terukur dan permanen,” ujarnya.

Menurut Aidil, gangguan listrik yang terus berulang tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat berdampak terhadap kegiatan ekonomi dan pelayanan publik di wilayah tersebut.

Pemkab dan DPRD Diminta Kawal

Aidil juga meminta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD ikut mengawal persoalan kelistrikan di Kecamatan Rangsang. Menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan listrik yang layak dan stabil.

Ia berharap evaluasi terhadap sistem kelistrikan dilakukan secara serius sehingga persoalan yang sama tidak terus berulang.

“Kalau sudah berkali-kali terjadi dan tidak ada perbaikan berarti, maka evaluasi harus dilakukan. Masyarakat Rangsang berhak mendapatkan pelayanan listrik yang layak,” tutupnya.

Komentar