Pekanbaru (Riaunews.com) – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru mencatat 142 kejadian kebakaran di wilayah Kota Pekanbaru sepanjang Januari hingga 27 Juli 2026. Data tersebut menjadi bahan evaluasi pemerintah untuk memetakan potensi bahaya sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman kebakaran.
Kepala DPKP Kota Pekanbaru Zarman Candra mengatakan, kebakaran bangunan menjadi kasus yang paling mendominasi dengan 116 kejadian. Peristiwa tersebut menyebabkan dua warga meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.
“Kebakaran bangunan mencapai 116 kejadian. Selain itu, tercatat 13 kebakaran lahan, sembilan kebakaran kendaraan, serta empat kejadian pemadaman di wilayah perbatasan dengan kabupaten tetangga,” ujar Zarman, Jumat (14/8/2026).
Korsleting Listrik Jadi Pemicu Dominan
Selain kebakaran bangunan, DPKP Pekanbaru mencatat 13 kejadian kebakaran lahan dan sembilan kebakaran kendaraan. Petugas juga melakukan empat kali operasi penanganan kebakaran di wilayah perbatasan yang berbatasan dengan kabupaten tetangga.
Zarman mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan masing-masing. Berdasarkan evaluasi petugas di lapangan, sebagian besar kebakaran rumah dan gedung dipicu gangguan arus pendek listrik.
Selain korsleting listrik, sejumlah kebakaran di permukiman warga juga dipicu ledakan kompor gas. Karena itu, masyarakat diminta memeriksa kondisi instalasi listrik secara rutin dan memastikan kompor gas dalam keadaan mati setelah digunakan.
“Kondisi ini harus kita antisipasi dengan memastikan instalasi listrik berfungsi dengan baik. Jangan lupa mematikan kompor gas setelah digunakan,” kata Zarman.
Masyarakat yang melihat atau menghadapi kondisi darurat kebakaran diminta segera menghubungi layanan Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112. Pelaporan secara cepat diharapkan membantu petugas melakukan penanganan sedini mungkin sehingga kerugian dan potensi korban jiwa dapat diminimalkan.







Komentar