Pekanbaru (Riaunews.com) – Hari Ulang Tahun (HUT) ke-242 Kota Pekanbaru menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi demi mendorong pembangunan kota yang lebih baik. Warga menyoroti sejumlah isu, mulai dari penanganan banjir, pengembangan sektor seni, hingga penyediaan fasilitas olahraga bagi generasi muda.
Salah satu aspirasi disampaikan oleh warga Kecamatan Tenayan Raya, M Salman, yang menyoroti persoalan genangan air yang masih kerap terjadi setelah hujan deras, khususnya di sekitar Jembatan Sungai Batak.
“Akses cepat dari rumah mau ke arah kota ya lewat Sungai Batak. Tapi kalau hujan, jalanan di sekitar sini banjir. Mau lewat jalan lainnya malah macet parah seperti di Jalan Hangtuah dan Harapan Raya,” kata Salman, Selasa (23/6/2026).
Meski demikian, ia mengapresiasi upaya Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru yang gencar membersihkan titik pembuangan sampah liar di berbagai sudut kota. Menurutnya, langkah tersebut perlu dipertahankan agar dapat membantu mengurangi potensi banjir di masa mendatang.
“Semoga untuk HUT Pekanbaru di tahun depan, masyarakat bisa menikmati kota tanpa banjir lagi,” ujarnya.
Pelaku Seni dan Komunitas Olahraga Minta Dukungan Fasilitas
Aspirasi juga datang dari pelaku ekonomi kreatif. Musisi lokal Pekanbaru, Zyra Arione, meminta pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan sektor seni dan menyediakan ruang berekspresi yang memadai bagi generasi muda.
Ia menilai potensi anak muda Pekanbaru sangat besar, namun belum sepenuhnya terakomodasi karena masih minimnya ruang kolaborasi dan edukasi terkait mekanisme kerja sama dengan pemerintah daerah.
“Kawan-kawan musisi daerah ini permintaannya tidak banyak, cukup pemerintah perhatian dengan sektor seni. Kami ingin ada festival yang menggandeng pegiat seni lokal dan kami tentu siap bergabung sesuai dengan tagline kota, KolaborAksi,” katanya.
Sementara itu, pegiat olahraga urban, Rendy Triyogo, menyambut baik rencana pembangunan skate park baru di Pekanbaru. Menurutnya, fasilitas tersebut telah lama dinantikan oleh komunitas skateboard, BMX, dan sepatu roda setelah area latihan sebelumnya di kawasan MTQ tidak lagi tersedia.
Rendy menilai skate park bukan hanya sarana olahraga, tetapi juga ruang interaksi dan pengembangan kreativitas bagi generasi muda.
“Fasilitas seperti inilah yang dinanti komunitas. Di skate park itu pasti bisa dibuat berbagai event yang menggandeng kawula muda,” ujarnya.
Ia berharap dukungan pemerintah yang dibarengi partisipasi aktif komunitas dapat melahirkan talenta-talenta kreatif yang mampu mengharumkan nama Kota Pekanbaru di masa depan.







Komentar