Pertalite Langka di Bengkalis, Warga Antre Panjang di SPBU

Pekanbaru (Riaunews.com) – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite kembali dikeluhkan masyarakat Pulau Bengkalis, Riau. Dalam dua hari terakhir, sejumlah SPBU dilaporkan tidak melayani penjualan Pertalite sehingga warga terpaksa mencari BBM hingga ke wilayah Kecamatan Bantan.

Pantauan di lapangan, Kamis (11/6/2026), antrean kendaraan roda dua dan roda empat terlihat mengular di SPBU Jalan Sudirman, Desa Selat Baru, Kecamatan Bantan, serta SPBU Desa Teluk Latak, Kecamatan Bengkalis. Sementara itu, SPBU Jalan Bantan di Desa Senggoro dan SPBU Nurwati di Jalan Lembaga dilaporkan tidak memiliki stok Pertalite.

Salah seorang warga, Muhammad Natsir, mengaku kesulitan mendapatkan Pertalite dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, BBM subsidi tersebut merupakan bahan bakar yang paling banyak digunakan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari sehingga kelangkaannya sangat dirasakan warga.

Informasi yang dihimpun menyebutkan kelangkaan diduga dipicu keterlambatan distribusi pasokan BBM ke Pulau Bengkalis yang masih bergantung pada jalur penyeberangan Roro. Meski demikian, sumber yang mengetahui distribusi BBM menyebut kuota Pertalite untuk Bengkalis tidak mengalami pengurangan dan rata-rata pasokan mencapai 15 kiloliter per hari.

Di tengah kondisi tersebut, warga juga mengeluhkan maraknya penjualan BBM non-subsidi secara eceran dengan harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan harga resmi di SPBU. Berdasarkan pantauan, Pertamax dijual eceran hingga Rp19 ribu per liter, sementara jenis lainnya mencapai Rp24 ribu per liter.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama Pertamina segera mengambil langkah untuk menormalkan distribusi Pertalite agar kebutuhan BBM warga dapat terpenuhi dan antrean panjang di SPBU tidak terus berlanjut.

Komentar