Pemprov Riau Tegaskan Data Statistik Jadi Dasar Perencanaan Pembangunan

Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Provinsi Riau menegaskan pentingnya data statistik sebagai landasan utama dalam perencanaan pembangunan daerah. Hal ini disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Riau, Helmi D, dalam agenda rilis berita resmi statistik oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Riau, Senin (4/5/2026).

Helmi menegaskan, data yang dirilis BPS memiliki peran strategis dalam penyusunan kebijakan, evaluasi pembangunan, hingga memastikan program pemerintah berbasis kondisi riil di lapangan. Menurutnya, setiap indikator statistik menjadi alat navigasi dalam pengambilan keputusan, terutama dalam mengawal pelaksanaan RPJMD Riau 2025–2029.

Inflasi dan NTP Jadi Perhatian

Salah satu indikator utama yang menjadi perhatian adalah inflasi. Berdasarkan data BPS, inflasi Riau pada Maret 2026 tercatat sebesar 3,65 persen secara tahunan (year on year). Angka tersebut dipengaruhi faktor musiman, kondisi pasokan, serta kelancaran distribusi, dengan kelompok makanan, minuman, tembakau, dan perumahan sebagai penyumbang utama.

Meski demikian, Helmi memastikan kondisi inflasi masih dalam kategori terkendali dan sejalan dengan target nasional, berkat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, Bank Indonesia, serta pemangku kepentingan lainnya.

Selain inflasi, Pemprov Riau juga menjadikan Nilai Tukar Petani (NTP) sebagai indikator penting untuk mengukur kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan perkebunan. Ke depan, kebijakan akan diarahkan lebih spesifik berbasis komoditas dan kewilayahan guna meningkatkan kesejahteraan petani.

Helmi juga menyoroti pentingnya data sektor perdagangan dan pariwisata dalam meningkatkan daya saing daerah, termasuk melalui penguatan ekspor, diversifikasi produk, dan pengembangan potensi wisata.

Ia berharap seluruh data yang dirilis BPS dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Komentar