Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah terus mengintensifkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau melalui kegiatan hujan buatan atau Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Jim Gafur, mengatakan saat ini sebanyak tiga pesawat dikerahkan untuk pelaksanaan OMC di wilayah tersebut.
“Saat ini sudah ada tiga pesawat yang melakukan kegiatan OMC di Riau. Dua dari BNPB dan satu dari Kementerian Kehutanan berkolaborasi dengan BMKG,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Puluhan Sortie dan Ton Garam Disemai
Jim merinci, pesawat pertama yakni Cessna C208 PK-JVH milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang telah beroperasi selama 21 hari dengan 43 sortie dan menyemai 43 ton garam.
Pesawat kedua, THRUSH S2R-T34 PK-KHH juga dari BNPB, telah beroperasi selama 11 hari dengan 10 sortie dan menyemai 10 ton garam.
Sementara pesawat ketiga, Cassa 212-200 A-2107 milik Kementerian Kehutanan Republik Indonesia bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, telah beroperasi selama empat hari dengan enam sortie dan menyemai 4,8 ton garam.
“Pelaksanaan OMC akan terus dilakukan selama masih ada awan potensial, baik siang maupun malam hari,” jelasnya.
Fokus di Pesisir Timur Riau
Jim menambahkan, kegiatan OMC saat ini merupakan tahap kedua setelah sebelumnya dilakukan pada awal Februari 2026.
Operasi difokuskan di wilayah pesisir timur Riau yang rawan karhutla, meliputi Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan, serta Kota Dumai.
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi sejumlah instansi, yakni BNPB, Kementerian Kehutanan, dan BMKG, sebagai bagian dari upaya terpadu menekan risiko kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.







Komentar