Pekanbaru (Riaunews.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru bergerak cepat menindaklanjuti kasus kehilangan sepeda motor milik pengunjung di area parkir luar Mal SKA. Dishub akan memfasilitasi pertemuan antara korban dan koordinator parkir setempat guna mencari kejelasan atas peristiwa tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPT Perparkiran Dishub Pekanbaru, Rafit Dwi Febri, mengatakan langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam membantu penyelesaian persoalan sekaligus menggali kronologi kejadian secara menyeluruh.
“Pertemuan ini penting agar ada kejelasan antara kedua belah pihak, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pengelolaan parkir ke depan,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Evaluasi Sistem Parkir
Rafit menjelaskan, lokasi parkir tempat kejadian saat ini tengah dalam pemantauan dan evaluasi Dishub. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar pembenahan sistem perparkiran agar lebih tertib serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Menurutnya, penataan parkir menjadi prioritas, khususnya di titik-titik yang selama ini rawan persoalan, terutama di luar area resmi pusat perbelanjaan.
DPRD Soroti Parkir Liar
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Nurul Ikhsan, menyoroti kasus hilangnya kendaraan milik pengunjung Mal SKA yang diparkir di area luar di Jalan Tuanku Tambusai.
Ia menyayangkan sikap juru parkir (jukir) di lokasi tersebut yang disebut tidak bertanggung jawab atas kejadian itu. Menurutnya, peristiwa ini menjadi alarm bagi Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, khususnya Dishub, untuk segera menertibkan parkir liar di sejumlah ruas jalan.
“Ini baru satu kejadian yang mencuat. Kita tidak tahu berapa banyak kasus serupa yang mungkin terjadi dan belum dilaporkan,” ujarnya.
Ia juga meminta Dishub memperjelas zona parkir resmi agar masyarakat tidak bingung dalam memilih lokasi parkir yang aman. Selain itu, ia menegaskan jukir ilegal harus ditindak tegas karena berpotensi merugikan masyarakat.
Menurutnya, jika jukir tidak mau bertanggung jawab, maka keberadaan mereka sebaiknya dibubarkan.







Komentar