Sembahyang Ceng Beng Semarakkan Bagansiapiapi, Ribuan Perantau Pulang Kampung

Budaya, Rokanhilir179 Dilihat

Rokan Hilir (Riaunews.com) – Kota Bagansiapiapi, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, kembali semarak dengan pelaksanaan tradisi Ceng Beng atau sembahyang kubur. Ribuan warga keturunan Tionghoa yang merantau ke berbagai daerah di Indonesia pulang ke kampung halaman untuk berziarah.

Sejak Kamis (26/3/2026), dua lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) warga Tionghoa di Kelurahan Bagan Barat dan Kepenghuluan Bagan Jawa dipadati penziarah. Mereka datang untuk membersihkan makam, berdoa, serta memberikan sesajen sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.

Perantau Padati Kampung Halaman

Tradisi tahunan ini menjadi momen penting bagi perantau untuk kembali berkumpul bersama keluarga. Selain berziarah, mereka juga memanfaatkan kesempatan untuk bersilaturahmi dengan sanak saudara.

Salah seorang perantau, Ang Chua alias Sutikno (38), menyebut Ceng Beng merupakan tradisi turun-temurun yang tidak pernah ditinggalkan.

“Selain berdoa kepada leluhur, ini juga jadi momen untuk berkumpul dengan keluarga,” ujarnya.

Hotel dan Penginapan Penuh

Tingginya jumlah perantau yang pulang kampung membuat tingkat hunian hotel, wisma, dan penginapan di Bagansiapiapi penuh. Banyak kamar telah dipesan jauh hari sebelum pelaksanaan Ceng Beng yang berlangsung hingga awal April.

Selain itu, aktivitas ekonomi masyarakat turut meningkat. Pedagang buah, penjual kebutuhan sesajen, rumah makan, hingga jasa transportasi seperti becak mesin kebanjiran pelanggan.

Pemerintah Imbau Jaga Ketertiban

Bupati Rokan Hilir, Bistamam, mengapresiasi tradisi tersebut karena turut menggerakkan ekonomi daerah. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya kegiatan.

Aparat kepolisian dari Polsek Bangko turut disiagakan di area pemakaman guna memastikan pelaksanaan sembahyang Ceng Beng berjalan aman dan lancar. (Yan)

Komentar