Jakarta (Riaunews.com) – Perjalanan mudik sering diwarnai kemacetan panjang di berbagai ruas jalan, termasuk jalan tol. Dalam kondisi tersebut, banyak pengendara tetap menyalakan pendingin udara (AC) untuk menjaga kenyamanan di dalam kabin kendaraan.
Namun penggunaan AC saat mobil dalam keadaan berhenti lama dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar. Kondisi ini membuat mesin tetap bekerja meski kendaraan tidak bergerak.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, mengatakan ada sejumlah cara yang dapat dilakukan pengemudi untuk menghemat bahan bakar saat terjebak kemacetan selama perjalanan mudik.
“Kalau mobil dalam keadaan stasioner, BBM bisa lebih boros,” kata Yannes dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Selasa (17/3/2026).
Atur Suhu AC Agar Mesin Tidak Bekerja Berat
Menurut Yannes, penggunaan AC saat mobil dalam keadaan diam dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar sekitar lima hingga sepuluh persen.
Ia menyarankan pengemudi mengatur suhu AC pada tingkat yang nyaman, sekitar 24 derajat Celsius. Suhu tersebut dinilai cukup ideal baik saat kendaraan berjalan maupun saat berhenti.
Jika suhu AC langsung disetel pada tingkat paling dingin, mesin kendaraan akan bekerja lebih berat karena kompresor harus menarik udara panas dari dalam kabin.
“Kalau langsung disetel paling dingin, mesin akan bekerja lebih berat di awal,” ujarnya.
Buka Jendela Sedikit Saat Berhenti Lama
Selain mengatur suhu AC, Yannes juga menyarankan pengemudi membuka jendela mobil sedikit ketika kendaraan berhenti lama. Bukaan sekitar dua hingga tiga sentimeter dapat membantu sirkulasi udara di dalam kabin.
Misalnya dengan membuka jendela di sisi pengemudi dan penumpang belakang secara sedikit agar terjadi pertukaran udara.
Langkah ini juga penting untuk mengurangi risiko paparan gas berbahaya di dalam kendaraan.
Waspadai Risiko Gas Beracun
Yannes mengingatkan pengendara untuk mewaspadai potensi keracunan gas karbon monoksida, terutama pada mobil yang sudah berumur dan berada dalam kondisi stasioner dengan jendela tertutup.
Selain itu, ia menekankan pentingnya melakukan perawatan rutin pada sistem AC mobil. AC yang jarang diservis dapat membuat komponen seperti blower kotor dan bekerja tidak optimal.
Kondisi tersebut akan meningkatkan beban kerja mesin sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.







Komentar