Korban Dugaan TPPO Asal Siak Meninggal di Kamboja

Pekanbaru (Riaunews.com) – Kabar duka datang dari kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menimpa seorang perempuan asal Kabupaten Siak, Riau. Korban yang sebelumnya dilaporkan berada di Phnom Penh, Kamboja, dikabarkan meninggal dunia dan saat ini proses pemulangan jenazah masih dalam tahap koordinasi.

Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu, membenarkan informasi tersebut. Ia mengatakan pihak keluarga korban telah mengetahui kabar meninggalnya korban dan meminta bantuan BP3MI untuk memfasilitasi pemulangan jenazah ke tanah air.

“Benar, korban meninggal dunia. Keluarga juga sudah mengetahui dan meminta bantuan kepada BP3MI untuk pemulangan,” kata Fanny, Minggu (9/3/2026) malam.

Ia menjelaskan bahwa sesuai prosedur, BP3MI baru dapat memfasilitasi pemulangan apabila jenazah sudah berada di Indonesia. Saat ini korban masih berada di luar negeri sehingga proses pemulangan masih menunggu bantuan dari perwakilan Indonesia di luar negeri.

“Sesuai prosedur, BP3MI akan memfasilitasi pemulangan ke daerah asal jika jenazah sudah berada di Indonesia. Karena saat ini masih di luar negeri, kami masih meminta bantuan KBRI untuk proses pemulangan,” jelasnya.

Selain itu, BP3MI Riau juga telah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Siak agar pemerintah daerah ikut membantu proses pemulangan, terutama terkait pembiayaan dari luar negeri hingga jenazah tiba di Indonesia.

Sebelumnya korban diduga menjadi korban TPPO setelah berangkat ke Malaysia pada Desember 2025. Namun kemudian diketahui berada di Kamboja. Kasus tersebut sempat ditangani oleh Polda Riau dengan melakukan koordinasi lintas instansi, termasuk dengan Divisi Hubungan Internasional Polri untuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan perdagangan orang.

Komentar