Pasukan Israel Bom Kafe, Sekolah, dan Lokasi Bantuan di Gaza, Sedikitnya 95 Tewas

Utama965 Dilihat
Para martir dan yang terluka dalam serangan udara yang menargetkan sekelompok warga di lingkungan Shuja’iyya, timur Kota Gaza.

Gaza (RiauNews.com) — Sedikitnya 95 warga Palestina tewas dalam serangkaian serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan Israel di Jalur Gaza pada Senin (30/6), termasuk serangan terhadap sebuah kafe tepi pantai, sekolah, dan pusat distribusi makanan. Serangan juga dilaporkan mengenai sebuah rumah sakit, menyebabkan beberapa orang luka-luka.

Seperti dilansir Aljazeera, dari total korban jiwa, setidaknya 62 orang tewas di Kota Gaza dan wilayah utara. Salah satu serangan paling mematikan menimpa kafetaria Al-Baqa, sebuah kafe populer di wilayah utara Kota Gaza. Sebanyak 39 orang dilaporkan tewas dalam serangan tersebut, termasuk jurnalis Ismail Abu Hatab, serta sejumlah wanita dan anak-anak yang tengah berkumpul di tempat itu.

Menurut saksi mata Yahya Sharif, serangan dilakukan oleh jet tempur Israel dan menghantam kafe secara tiba-tiba. “Kami menemukan orang-orang tercabik-cabik. Tempat ini tidak memiliki afiliasi politik atau militer apa pun. Itu hanya tempat orang berkumpul, termasuk anak-anak, untuk pesta ulang tahun,” ungkapnya.

Serangan terhadap kafe tersebut meratakan bangunan dan meninggalkan kawah besar di lokasi. Reporter Al Jazeera, Hani Mahmoud, melaporkan bahwa serangan terjadi tanpa peringatan. “Tempat ini digunakan sebagai perlindungan bagi warga yang terlantar dan trauma. Noda darah tersebar di mana-mana, dan beberapa jasad serta potongan tubuh ditemukan di tengah banjir di lokasi,” ujarnya.

Selain kafe, pasukan Israel juga menggempur sekolah Yafa di Kota Gaza, yang saat itu menjadi tempat penampungan ratusan pengungsi Palestina. Belum ada data pasti mengenai jumlah korban di sekolah tersebut.

Serangan juga mengenai lokasi distribusi bantuan makanan dan sebuah rumah sakit, menyebabkan sejumlah korban luka. Belum ada pernyataan resmi dari otoritas Israel terkait rentetan serangan ini.

Komentar